Foto pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan Nanggulan 2
( Sutrisno Hadi )
Sutrisno Hadi lahir dan besar di sebuah pinggiran bagian barat kota Yogyakarta tepatnya kabupaten yang sunyi yaitu Kulon Progo walaupun pernah hidup berpindah-pindah tempat tinggal. Sekolah SD di SDN Kadipiro II ngestiharjo, kasihan, Bantul, dilanjutin ke SMP 2 Pengasih Kulon Progo dengan mengayuh sepeda dan akhirnya melanjutkan ke SMU 1 Wates.
Setelah hampir putus asa karena gak yakin bisa kuliah di PTN ternama walaupun akhirya pernah mengenyam bangku kuliah walaupun sebentar tetapi banyak pengalaman yang kita dapat yang akhirnya memilih mencari pengalaman kerja di berbagai perusahaan.Setelah 26 tahun gak laku pacaran ama cewek akhirnya juni 2006 resmi jadi suami dari seorang istri yang cantik dan baik hati.alhamdulillah dipercaya sama Allah dikaruniai 3 anak , Mudah-mudahan jadi anak yang sehat selalu berbakti pada kedua orang tua berguna bagi masyarakat, bangsa dan agama.Demi mendapatkan nafkah hidup saya terus berjuang menggeluti dan bekerja di dunia telekomunikasi dan IT sampai sekarang.Bahkan sekarang di percaya untuk mengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan Program Kemkominfo dalam rangka memasyarakatkan internet.
Tidak sampai disitu saja dengan segala keterbatasan yang kami miliki kami tetap terus memasyarakatkan internet dengan berbagai program kegiatan yang telah kami rintis, dengan mengedukasi para petani, pengrajin umkm dan pelajar dengan segenap kemapuan kami.
kami juga terus aktif membantu program kemkominfo di daerah baik ikut serta dlm pembangunan fisik jaringan internet dan edukasi pada penggunanya
Tuesday, 27 November 2012
GALERY FOTO & VIDEO
FOTO
Suasana teleconference dengan Bp Tifatul Sembiring di plik nanggulan 2
Suasana teleconference dengan Bp Tifatul Sembiring dengan plik nanggulan 2
Pengguntingan pita tanda Peresmian Plik Nanggulan 2 oleh Bp Roy Suryo
Peresmian Plik Nanggulan 2 oleh Bp Roy Suryo
Dari sebelah kanan Staf ahli hukum kominfo,Bp Roy Suryo, Kabag Humas dan TI Kab.Kulon Progo, dan Dir Operasional PT SIMS
Pengelola PLIK NAnggulan 2 di malam Penganugrahan USO AWard 2011 Surabaya
Foto bersama mitra plik penerima USO Award 2011
Suasana Pengelola PLIK Nanggulan 2Antri berjabat tangan dengan Menkominfo
Foto bersama plik penerima USO Award 2011
VIDEO
Video "apresiasi plik" Peresmian dan Edukasi Publik PLIK di PLIK Nanggulan 2
INTERNET DESA SURGA INFORMASI WARGA
VISI MISI
VISI
Tercapainya masyarakat
informatif yang cerdas, berdaya dan berbudaya berlandaskan nilai dan
moral Pancasila
MISI
- Meningkatkan
sistem informasi masyarakat
- Meningkatkan
Produktivitas dan kemandirian bidang usaha masyarakat melalui
informasi yang cerdas dan inovatif
- Meningkatkan
Perkembangan teknologi informasi dengan tetap mengutamakan tradisi
dan budaya masyarakat
Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Nanggulan 2
Pusat Layanan Internet Kecamatan
Plik Nanggulan 2 merupakan salah
satu plik dari 12 kecamatan di kabupaten Kulon Progo,yang letaknya 30
km sebelah barat kota Yogyakarta yang tepatnya berada di Jl
Wates-Sribit Km 7 Watukodok desa Banyuroto, Kecamatan, Nanggulan,
Kabupaten Kulon Progo, DIY yang merupakan daerah pedesaan yang
mayoritas penduduknya adalah petani, maka dari itulah Plik Nanggulan
2 hadir atas suport Kementrian Komunikasi dan Informatika, PT SIMS
dan Irama Net berkolaborasi untuk memasyarakatkan internet guna
mensejahterakan masyarakat.
Pengadaan Penyediaan
Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK), atau yang lebih dikenal
dengan Proyek USO (Universal Service Obligation)/KPU (Kewajiban
Pelayanan Umum) Internet Kecamatan dari Balai Telekomunikasi dan
Informatika Pedesaan (BTIP) Kementrian Kominfo (Komunikasi dan
Informatika) beberapa waktu lalu, telah disampaikan pengumuman
operator-operator pemenang lelang tender penyedia jasa akses Internet
Kecamatan di seluruh Indonesia, dimana salah satu operator pemenang
adalah PT. SaranaInsan MudaSelaras (PT. SIMS) untuk Paket
Pekerjaan 4 (wilayah Jawa Barat dan Banten) dan Paket Pekerjaan 5
(wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta).
Proyek USO Internet
Kecamatan yang sedang dikerjakan oleh PT. SIMS merupakan program
pemerintah yang bertujuan untuk memberikan sarana bagi pemberdayaan
masyarakat di bidang informasi dan komunikasi, yang bertujuan untuk
mengurangi kesenjangan informasi (information gap), yang bermuara
pada meratanya kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk
menggunakan media teknologi informasi sebagai sarana pendukung
kegiatan pengembangan kapasitas (capacity building), baik dalam
bidang ekonomi maupun dalam bidang sosial kemasyarakatan.
Keberadaan PLIK-PLIK
sebanyak 591 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan se
JATENG dan DIY yang dilayani menggunakan Infrastruktur yang dimiliki
oleh PT. PT. SIMS, diharapkan dapat meningkatkan peranan
kelompok-kelompok masyarakat khususnya masyarakat penggiat informasi
dan komunikasi dan masyarakat pada umumnya untuk berpartisipasi dalam
pelaksanaan pembangunan. Penyediaan PLIK ini akan berpola kemitraan
dengan melibatkan masyarakat setempat dan Pemerintah Daerah.
PT. SIMS, yang
merupakan operator layanan Multimedia dengan layanan TV Berbayar dan
Internet berbasis pada infrastruktur Hybrid Fiber Optic Coaxial dan
Wireless dengan merk dagang MEDIANET, berkantor pusat di Jakarta dan
satu kantor cabang di Yogyakarta, dan memiliki sub-net di beberapa
kota di wilayah DIY (JOGJA MEDIANET) dan JATENG (KEBUMEN MEDIANET,
PURWOREJO MEDIANET) serta di JABAR (JABAR MEDIANET) dan BALI (BALI
MEDIANET). PT. SIMS mencoba untuk mengembangkan pola kemitraan dengan
masyarakat setempat atau koperasi dalam kegiatan pengoperasian PLIK,
dengan harapan dapat mengembangkan basis ekonomi baru di tingkat
lokal, dimana PT. SIMS berperan dalam kompetensinya menyediakan
infrastruktur teknologi dan asistensi dalam pengoperasian layanan
PLIK.
Program pembangunan
infrastruktur PLIK sebanyak 591 lokasi di seluruh JATENG dan DIY
ditargetkan rampung pada akhir 2010. Diharapkan dengan adanya
infrastruktur ini kegiatan yang selama ini dilaksanakan oleh PT. SIMS
guna mendorong pemanfaatan teknologi informasi dapat lebih diperluas
area cakupannya. Program korporasi PT. SIMS berupa kegiatan
pembelajaran kepada masyarakat dalam hal pemanfaatan menggunakan
Internet dan aplikasinya, serta pengenalan penggunaan portal
pendidikan bagi para pelajar di perdesaan terutama di sekolah-sekolah
SMP dan SMA, yakni portal SICERDIK (http://www.sicerdik.com) yang
merupakan portal E-learing yang telah dikembangkan PT. PT. SIMS sejak
2007 untuk mendukung program Internet Sehat dapat menjangkau kalangan
yang lebih luas hingga ke pedesaan. PT. SIMS juga akan mengembangkan
penyediaan portal portal yang dapat dimanfaatkan oleh UKM-UKM di tiap
Kecamatan wilayah DIY-JATENG untuk dapat mengembangkan potensi produk
lokalnya ke tingkat Nasional dan Internasional serta menstimulus
UKM-UKM agar Goes Online dengan pelatihan-pelatihan.
PT. SIMS juga
mendemokan keberadaan portal SICERDIK (http://www.sicerdik.com),
merupakan portal E-learning yang telah bekerjasama dengan JARDIKNAS
yang akan sosialisaikan melalui PLIK-PLIK. Kemudian juga di tampilkan
fasilitas pemblokiran situs-situs porno yang diakses melalui
Infrastruktur Internet PT. SIMS, hal ini agar pengguna PLIK nantinya
tidak dapat mengakses situs-situs tersebut. List situs porno akan
selalu di-update oleh PT. SIMS.
Segala usaha ini
dimaksudkan agar infrastruktur PLIK yang nantinya terbangun dapat
menyediaan materi-materi konten yang bermanfaat bagi penggunanya
Pemerintah Indonesia melalui pemenuhan Kewajiban Pelayanan Universal/ Universal Service Obligation (KPU/USO) di sektor telekomunikasi telah membangun fasilitas pelayanan telekomunikasi dan informasi perdesaan.
Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) dituangkan didalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 32/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang Penyediaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi dan 48/PER/M.KOMINFO/11/2009 tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Kecamatan Pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan, dalam bentuk antara lain : Fasilitas yang telah dan akan terus dibangun menuju terwujudnya akses dan layanan telepon di 31.824 desa pada Tahun 2009, internet di 4.218 kecamatan pada Tahun 2010, dan akses internet di 31.824 desa pada Tahun 2013.
Keberadaan fasilitas internet melalui program Pusat Layanan Internet Kecamatan, secara maya, telah dapat memasukkan masyarakat dalam jaringan informasi global. Masyarakat mempunyai fasilitas untuk dapat mengakses dan memperoleh berbagai informasi, data, pengetahuan dan jejaring yang tak terbatas melalui komunikasi telepon dan internet. Operasional fasilitas internet diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, berlangsung secara kontiyu dan dapat berkembang mengikuti kemajuan teknologi.
Friday, 16 November 2012
Silaturahmi Pengelola PLIK Nanggulan 2 ke Kelompok Pemberdayaan Petani Sadewa desa Purwosari dalam rangka saling kerja sama pemberdayaan petani melalui Teknologi Informasi
Foto bersama Pengelola
Plik Nanggulan 2 dan Anggota KPP Sadewa
Diskusi bersama Pengelola
Plik Nanggulan 2 dan anggota Kelompok Pemberdayaan Petani Sadewa
Banyak hal dari diskusi antara
Pengelola Plik Nanggulan 2 bersama Pengurus dan anggota KPP Sadewa
dapat kita petik yang intinya adalah betapa pentingnya ilmu dan
informasi bagi peningkatan kesejahteraan petani, internet menjadi
salah satu gerbang informasi/ilmu tersebut dengan internet /
teknologi informasi kita tidak akan ketinggalan informasi baik teknis
budidaya dan info pasar.
Dengan internet kami sepakat akan
menindak lanjutu dengan promosi pemasaran lewat media internet
melalui blog dan memanfaatkan internet untuk up grade ilmu dan
informasi pertanian.
Aneka Produk KPP Sadewa
Cempe/bibit Unggul, Induk
Unggul, pejantan unggul
SUSU KAMBING PE DAN ANEKA
OLAHANNYA
Susu segar
Karamel susu
kambing etawa
Friday, 9 November 2012
GUBUG PINTAR PLIK NANGGULAN 2 FASILITASI BELAJAR KELOMPOK SISWA
Suasana belajar kelompok di Gubug Pintar Plik Nanggulan 2
Belajar kelompok adalah salah satu metode belajar yang bisa diandalkan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Dengan belajar kelompok, siswa dapat diajarkan untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai permasalahan dan solusi.
Sutrisno, seorang pengelola PLIK yang memfasilitasi siswa melalui gubug pintar Plik Nanggulan 2, saat di konfirmasi dikediamanya, mengatakan bahwa pentingnya belajar kelompok untuk para siswa. Adapaun bertujuan agar anak dapat bersosialisasi dan bekerjasama, terutama untuk kegiatan yang memerlukan pemecahan masalah bersama, seperti melakukan percobaan, berdiskusi, bermain peran, juga untuk mendorong agar anak pemalu dan penakut mau berbicara.
Dengan melatih anak belajar kelompok, berarti juga menyiapkan anak untuk menjadi dewasa yang bisa bekerjasama dengan orang lain. Selain meningkatkan sosialisasi, juga melatih siswa bekerjasama, mampu berinteraksi dengan teman lain, dengan tidak memaksakan kehendak dan berargumentasi dengan akal sehat, atau secara umum mengembangkan kemampuan intelektual anak dalam melakukan proses berpikir.
Sutrisno juga menambahkan, perlu diperhatikan bahwa tidak semua kegiatan pembelajaran cocok dilakukan dengan belajar kelompok. Jika topik ataupun materi merupakan masalah yang harus dipecahkan bersama atau berupa lembar kerja yang harus dikerjakan melalui percobaan bersama, atau kegiatan bermain, ini memang memerlukan kegiatan yang dilakukan secara bersamaan atau dengan kata lain belajar kelompok.
Namun, jika materi hanya memerlukan dialog atau menulis percakapan dua orang, yang tepat adalah kerja pasangan. Dan apabila menulis karangan pengalaman pribadi yang cocok dilakukan dengan individual. Dikatkannya ada beberapa cara pengelompokan yang dapat dilakukan , misalnya berdasarkan kemampuan, jenis kelamin, atau campuran. Setiap jenis pengelompokan tentu mengandung segi positif dan negatif, tergantung bagaimana kita melaksanakannya.
Salah satunya termasuk mengetahui mengapa guru mengelompokkan berdasarkan kemampuan, dengan alasan agar mereka dapat berdiskusi secara efektif, berdasarkan jenis kelamin agar mereka dapat membahas topik dengan lebih terbuka dalam kelompok sejenis, dan sebagainya. Dan yang penting diperhatikan oleh kita adalah bagiamana belajar kelompok dapat memaksimalkan hasil belajar semua anak dengan kemampuan dan minatnya, dengan belajar kelompok ini juga sangat membantu pendidik untuk lebih gampang menerangkan kepada siswa/i agar anak lebih gampang menyerap apa yang diterangkan pendidik.
Selain itu, bekerja kelompok ini harus diperhatikan siapa yang lebih mampu untuk menjadi ketua kelompok dan siapa yang menjadi anggota kelompok yang artinya harus di gabung antara yang pintar dengan yang kurang pintar dan menggabung antara perempuan dan laki-laki, sehingga mereka bisa bersosialisai dan bekerja sama antara yang pintar dan yang kurang pintar, sehingga mereka bisa bersosialisasi dan bekerja sama dalam kelompok untuk mengerjakan tugas kelompok dan masalah kelompok.
Jika hari ini anak mampu bekerjasama, tentu esok dia akan mampu mengerjakan sesuatu secara mandiri. Kerjasama melalui belajar kelompok di mana anak saling berinteraksi dengan bertanya dan mengemukakan pendapat adalah fondasi sukses di kemudian hari,”terangnya lagi. Dengan anak terlatih berbicara, berdiskusi, berargumentasi, merencanakan sesuatu bersama dalam kegiatan belajar sehari-hari di sekolah, anak akan memiliki keterampilan siap pakai.
Misalnya untuk melakukan wawancara saat mencari kerja, kritis melihat dan memecahkan permasalahan sesuai situasi, lebih berani dan terampil memimpin rapat atau pertemuan, mampu menengahi perbedaan pendapat dengan memberikan argumentasi yang seimbang untuk kedua belah pihak, mampu menyerap dan menyaring informasi secara kritis, mampu membuat hipotesis, dan berbicara secara efektif.
Belajar kelompok adalah salah satu metode belajar yang bisa diandalkan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Dengan belajar kelompok, siswa dapat diajarkan untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai permasalahan dan solusi.
Sutrisno, seorang pengelola PLIK yang memfasilitasi siswa melalui gubug pintar Plik Nanggulan 2, saat di konfirmasi dikediamanya, mengatakan bahwa pentingnya belajar kelompok untuk para siswa. Adapaun bertujuan agar anak dapat bersosialisasi dan bekerjasama, terutama untuk kegiatan yang memerlukan pemecahan masalah bersama, seperti melakukan percobaan, berdiskusi, bermain peran, juga untuk mendorong agar anak pemalu dan penakut mau berbicara.
Dengan melatih anak belajar kelompok, berarti juga menyiapkan anak untuk menjadi dewasa yang bisa bekerjasama dengan orang lain. Selain meningkatkan sosialisasi, juga melatih siswa bekerjasama, mampu berinteraksi dengan teman lain, dengan tidak memaksakan kehendak dan berargumentasi dengan akal sehat, atau secara umum mengembangkan kemampuan intelektual anak dalam melakukan proses berpikir.
Sutrisno juga menambahkan, perlu diperhatikan bahwa tidak semua kegiatan pembelajaran cocok dilakukan dengan belajar kelompok. Jika topik ataupun materi merupakan masalah yang harus dipecahkan bersama atau berupa lembar kerja yang harus dikerjakan melalui percobaan bersama, atau kegiatan bermain, ini memang memerlukan kegiatan yang dilakukan secara bersamaan atau dengan kata lain belajar kelompok.
Namun, jika materi hanya memerlukan dialog atau menulis percakapan dua orang, yang tepat adalah kerja pasangan. Dan apabila menulis karangan pengalaman pribadi yang cocok dilakukan dengan individual. Dikatkannya ada beberapa cara pengelompokan yang dapat dilakukan , misalnya berdasarkan kemampuan, jenis kelamin, atau campuran. Setiap jenis pengelompokan tentu mengandung segi positif dan negatif, tergantung bagaimana kita melaksanakannya.
Salah satunya termasuk mengetahui mengapa guru mengelompokkan berdasarkan kemampuan, dengan alasan agar mereka dapat berdiskusi secara efektif, berdasarkan jenis kelamin agar mereka dapat membahas topik dengan lebih terbuka dalam kelompok sejenis, dan sebagainya. Dan yang penting diperhatikan oleh kita adalah bagiamana belajar kelompok dapat memaksimalkan hasil belajar semua anak dengan kemampuan dan minatnya, dengan belajar kelompok ini juga sangat membantu pendidik untuk lebih gampang menerangkan kepada siswa/i agar anak lebih gampang menyerap apa yang diterangkan pendidik.
Selain itu, bekerja kelompok ini harus diperhatikan siapa yang lebih mampu untuk menjadi ketua kelompok dan siapa yang menjadi anggota kelompok yang artinya harus di gabung antara yang pintar dengan yang kurang pintar dan menggabung antara perempuan dan laki-laki, sehingga mereka bisa bersosialisai dan bekerja sama antara yang pintar dan yang kurang pintar, sehingga mereka bisa bersosialisasi dan bekerja sama dalam kelompok untuk mengerjakan tugas kelompok dan masalah kelompok.
Jika hari ini anak mampu bekerjasama, tentu esok dia akan mampu mengerjakan sesuatu secara mandiri. Kerjasama melalui belajar kelompok di mana anak saling berinteraksi dengan bertanya dan mengemukakan pendapat adalah fondasi sukses di kemudian hari,”terangnya lagi. Dengan anak terlatih berbicara, berdiskusi, berargumentasi, merencanakan sesuatu bersama dalam kegiatan belajar sehari-hari di sekolah, anak akan memiliki keterampilan siap pakai.
Misalnya untuk melakukan wawancara saat mencari kerja, kritis melihat dan memecahkan permasalahan sesuai situasi, lebih berani dan terampil memimpin rapat atau pertemuan, mampu menengahi perbedaan pendapat dengan memberikan argumentasi yang seimbang untuk kedua belah pihak, mampu menyerap dan menyaring informasi secara kritis, mampu membuat hipotesis, dan berbicara secara efektif.
Thursday, 1 November 2012
Warnet Desa di Banyuroto: Bantu Siswa Mengakses Informasi
Dari Kompasiana_Joko Martono
Berlanglang sekaligus menikmati hawa segar di wilayah perdesaan sungguh menyenangkan. Bertemu masyarakat ramah, bersahaja, jauh dari bising dan jarang ditemui polusi, medannya cukup menantang > sehingga menambah pengalaman mengenali lebih dekat kehidupan desa.Beberapa hari ini saya bersama tim menyusuri Kecamatan Nanggulan, Kalibawang dan Girimulyo di Kabupaten Kulonprogo. Sampai di lokasi, kita berpisah berbagi tugas masing-masing, sementara saya dan tim kecil kebagian untuk “jalan-jalan” di Desa Banyuroto, Nanggulan. Di desa inilah kutemui sebuah usaha warnet perorangan dirintis dan dikelola Mas Sutrisno Hadi bersama isteri, dengan memosisikan tempat usaha persis di samping kanan rumah induknya.
Warnet PLIK Nanggulan 2 Banyuroto (jm)
Pagi hari kemarin, ketika memasuki ruang boks terbuka kulihat 8 komputer tersedia bagi konsumen yang hendak ngernet, berbiaya Rp 2 ribu per-jam. Para netizen sebagian besar anak-anak seusia SD, SMP, SMA, juga ditemui sedikit mahasiswa/i dan masyarakat umum memanfaatkan internet desa tersebuti.
Menurut Mas Tris, saban hari warnet ini dikunjungi sekitar 10 - 15 orang, durasi kunjungan berkisar 2 - 3 jam. Warnet buka mulai pukul 9 s/d 17 wib, namun jika diperlukan bisa saja waktunya diperpanjang. Misalnya untuk menunjang acara-acara pelatihan bagi masyarakat desa setempat.
Ditambahkan, keberadaan internet ini tidak hanya bertujuan profit, namun juga sebagai sarana untuk menjadikan masyarakat desa melek teknologi informasi dan informasi (TIK). Di samping itu juga memberikan kemudahan/membantu para siswa yang masih sekolah agar mudah mengakses informasi sesuai kebutuhan sehingga menunjang kelancaran studinya.
Suasana Warnet di Desa Banyuroto (jm)
Berkait dengan anak-anak sekolah, kita bimbing mereka tentang bagaimana cara mengakses informasi yang hendak dicari sesuai proseding, bagaimana men-download dan menyimpannya kemudian dimanfaatkan untuk menunjang studi.
Walau pun dalam keseharian seperti kita lihat bersama, sambil menunjuk dari balik kaca > ditemui sejumlah anak-anak sedang nge-game, bukan berarti saya biarkan kebablasan. “Biarkan bermain sesuai dunianya, apalagi sikonnya kayak di musim liburan begini mereka punya waktu bersantai lebih leluasa. Pada saatnya saya akan selalu memonitor dan mengajak mereka untuk mengoptimalkan fungsi internet sesuai peruntukannya,” kata mas Tris.
Sedangkan pelatihan bagi para petani, di samping mengajari mereka berinternet melalui kelompok tani masing-masing, juga mengajari mereka mencari pihak-pihak yang sekiranya layak dihubungi. Pengenalan situs-situs pertanian terkait bibit, pupuk, obat-obatan antihama, organisasi-organisasi pertanian yang bisa diajak kerjasama, dan juga soal pemasaran yang selama ini masih menjadi pemikiran masyarakat desa di sini.
Mas Tris sebagai Operator Warnet (jm)
Dalam pengembangan di masa depan, mas Tris yang penampilannya kalem (mirip: wong_anteng JM, he-he..) selalu berpikiran optimis dan realistis. Ia mengharapkan usaha warnetnya ini berkembang dinamis, di antaranya jualan pulsa HP, bayar listrik, kini telah dirintis Cyber Café yang terletak di halaman sebelah warnet dengan fasilitas hotspot bagi pengunjung. Cyber Café ini dikelola oleh saudaranya yang sekaligus menambah kegiatan usaha, sambil belajar mencari nafkah. Usaha lain terkait internet desa juga sudah dipikirkan, tentunya seiring ketersediaan dana.
Cyber Cafe, di sebelah Warnet PLIK Banyuroto (jm)
Salam dari Desa Banyuroto, Nanggulan, Kulonprogo.
Subscribe to:
Posts (Atom)













