PLIK NANGGULAN 2 - SHOWROOM PETANI & UMKM KULON PROGO

PLIK NANGGULAN 2 MELAYANI:INTERNET-SALES-SERVICE-TRAINING-CONTENT DEVELOPMENT-SHOWROOM PETANI DAN UMKM UNTUK JASA PELAYANAN HUBUNGI PLIK NANGGULAN 2 DESA BANYUROTO KECAMATAN NANGGULAN KABUPATEN KULON PROGO DIY 55671-BERSAMA KITA MEMBANGUN EKONOMI RAKYAT

Thursday, 6 June 2013

Pola Penggunaan PLIK untuk Pembangunan Sosioekonomi dan Perdesaan di Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta

Pola Penggunaan PLIK untuk Pembangunan Sosioekonomi dan Perdesaan di Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta
 
 
 
Sumber : BPPKI Yogyakarta

Monday, 3 June 2013

GULA SEMUT KULON PROGO





PENDAHULUAN

Gula adalah gula merah yang berbentuk serbuk atau tepung dikenal dengan nama Palm sugar. Bahan dasar untuk membuat gula semut adalah nira dari pohon kelapa, aren (enau), nipah, lontar maupun tebu.

Gula semut belum dikenal luas oleh masyarakat, karena harganya relatif mahal dan ketersediaannya di pasar tidak selalu ada. Tetapi gula semut ini memiliki beberapa kelebihan dari gula merah yang sudah 1ebih dahulu dikenal oleh masyarakat, diantaranya :

  • Dapat disimpan dalam waktu kurang lebih dua tahun tanpa mengalami perubahan setelah dikeringkan dan dibungkus rapat
  • Mudah larut dan bentuknya menarik
  • Nilai ekonominya lebih tinggi
  • Memiliki aroma khas
  • Bentuknya kering dan tidak lembek
Gula semut mengandung :
  • Glukosa
  • Sukrosa
  • Mineral K, Mg, P dan Fe
Pembuatan gula semut yang akan diuraikan di bawah ini, menggunakan bahan baku dari nira kelapa.

CARA PEROLEHAN NIRA

Nira diperoleh dengan cara menampung air tandan bunga dari pohon kelapa. Penampungan nira sebaiknya dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Setiap pohon kelapa dalam sehari semalam dapat menghasilkan 8-10 liter nira. Setelah diolah akan menghasilkan 0,8-1 kg gula semut.
Alat :
  • Pisau atau sabit
  • Tabung bambu atau jerigen
  • Tali rafia
  • Sabuk pengaman
Cara :
  • Pilih tandan bunga yang masih kuncup, kemudian dibuka hati-hati dengan menggunakan pisau atau sabit.
  • Setelah tandan terbuka semua, diikat dengan tali rafia agar tidak berhamburan.
  • Selanjutnya tandan dirundukan dengan menggunakan tali yang diikatkan pada pelepah daun bagian bawah, dan dibiarkan demikian selama 3-4 hari.
  • Penampungan atau penderesan dapat dilakukan dengan mengiris ujung tandan bunga. Setiap nira diambil, bunga diiris 0,5 cm dan nira yang keluar ditampung dengan tabung bambu atau jerigen yang sebelumnya diberi kapur sirih sebanyak 1 gram/liter nira atau kawau atau kulit manggis untuk mencegah nira tidak asam.

PEMBUATAN GULA SEMUT

Alat :

  • Wajanbesar
  • Kompor/tungku
  • Pengaduk kayu
  • Kain saring (blacu)
Bahan :
  • Nira
  • Minyak tanah/kayu (Bahan bakar)
  • Minyak kelapa
  • Ayakan ukuran 20 mesh
  • Baskom plastik
  • Pembungkus plastik

Bahan / Alat
Kegunaan
Tempat Memperoleh
- Nira
Bahan baku pembuatan gula
-
- Kain Saring
Penyaring nira
Toko bahan/kain
- Baskom plastik
Penadah nira
Toko alat rumah tangga
- Wajan besar
Tempat memasak nira
Toko alat rumah tangga
- Kompor/tungku
Pemanas
Toko alat rumah tangga
- Ayakan ukuran 20 mesh
Pengayak gula kristal
Toko alat rumah tangga
- Tampah
Tempat hasil pengayakan
Pasar tradisional
- Pengaduk kayu
Pengaduk nira menjadi gula
Pasar tradisional
- Garpu kayu
Pengaduk nira yang mengkristal
Pasar tradisional


Cara pembuatan :
  • Nira disaring dan ditempatkan di baskom plastik.
  • Nira bersih dituang ke dalam wajan lalu dimasak dengan suhu pemanasan 110-1200C sambil diaduk sampai nira berwarna coklat dan mengental.
  • Untuk menghindari busa yang berlebihan, masukkan minyak kelapa (minyak klentik) dengan perbandingan 10 gram (1 sendok makan) untuk 25 liter nira.
  • Pemasakan dianggap selesai apabila tetesan nira kental bila dimasukkan ke dalam air berbentuk gumpalan atau serabut gula.
  • Kemudian nira dalam wajan didinginkan sambil terus diaduk perlahan-lahan selama kurang lebih 10 menit. Diamkan beberapa saat sampai mengembang.
  • Pengadukan diulangi dengan cepat memakai garpu kayu untuk memperoleh butiran-butiran kristal.
  • Lakukan pengayakan untuk memperoleh butiran-butiran yang seragam.
  • Kemudian dikemas dalam kantong plastik.


DAFTAR PUSTAKA
  1. Pembuatan gula kelapa & gula semut dari nira kelapa
    Palangkaraya: Liptan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.

  2. Pembuatan gula semut
    Padang: Liptan, Balai Informasi Pertanian.

  3. Cara pengolahan gula cetak dan gula semut
    Yogyakarta: Liptan, Balai Informasi Pertanian.

  4. Teknologi tepat guna yang dikembangkan perguruan tinggi Indonesia
    Jakarta: Ditjen Dikti, Depdikbud.


Monday, 13 May 2013

Thursday, 25 April 2013

SILATURAHMI PENGELOLA PLIK NANGGULAN 2 KE RUMAH PINTAR SIKIB HARGOTIRTO KOKAP





Dalam rangka mencari inspirasi baru dalam meningkatkan layanan PLIK pengelola PLIK Nanggulan 2 beranjang sana bersilaturahmi ke Rumah Pintar Sikib Hargotirto Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo bersama keluarga.
Sekilas Rumah Pintar Hargotirto sebagai berikut:
Berawal dari ide dan pemikiran Ibu Negara untuk turut berperan dalam mensejahterakan bangsa, maka Ibu Negara bersama Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) menggagas Program Indonesia Pintar. Tujuan utama dari Program Indonesia Pintar adalah mewujudkan masyarakat berpengetahuan, masyarakat sejahtera (welfare society) dan masyarakat yang beradab (civilized society).

Salah satu kegiatan Indonesia Pintar adalah Program Rumah Pintar. Program ini merupakan pusat pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan taraf hidup menuju masyarakat sejahtera. Rumah Pintar sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dapat mewadahi berbagai kegiatan dimulai dari pendidikan anak usia dini, remaja, kaum perempuan juga kelompok lanjut usia. Diharapkan melalui Rumah Pintar terbangun masyarakat cerdas, inovatif, kreatif, mandiri yang sejahtera.

                     Fasilitas hotspot area di sekitar Rumah Pintar Hargotirto

                                                             Visi
Mewujudkan masyarakat yang sejahtera melalui pengetahuan dan keterampilan. 
                                                              Misi
 
Misi yang dijalankan oleh Program Rumah Pintar adalah:
  1. Meningkatkan minat baca masyarakat
  2. Mengembangkan potensi anak usia dini
  3. Memberantas buta aksara
  4. Mengembangkan ketrampilan masyarakat berbasis potensi lokal
  5. Mengenalkan teknologi dan informasi
  6. Melestarikan budaya setempat 
                                                       Tujuan
    Tujuan dari kegiatan Rumah Pintar adalah:
    1. Menciptakan masyarakat yang berpengetahuan
    2. Memberdayakan masyarakat
    3. Menjangkau masyarakat yang belum terjangkau layanan pendidikan
    4. Membantu pemerintah dalam memberikan pemerataan pendidikan
    5. Meningkatkan angka partisipasi masyarakat terhadap pendidikan
    6. Memberikan peluang usaha dan peluang kerja bagi masyarakat
    7. Meningkatkan taraf hidup masyarakat
                                                     Sasaran
    Sasaran dari program Rumah Pintar adalah kelompok masyarakat yang terdiri dari anak-anak , remaja, kaum perempuan dan lansia
    Rumah Pintar adalah "Rumah Pendidikan" untuk masyarakat berfungsi bagi :
    1. Anak-Anak
      Mengenalkan teknologi baru dan memberikan pelayanan pendidikan guna mengembangkan potensi yang dimiliki anak secara optimal sehingga dapat menjadi generasi yang berkualitas di masa mendatang.
    2. Wanita
      Pemberdayaan kaum perempuan dengan segala potensi yang dimiliki melalui pelatihan dan pendidikan di sentra-sentra, khususnya sentra kriya.
    3. Ekonomi Keluarga
      Mengembangkan keterampilan berbasis potensi lokal, diharapkan masyarakat mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran.
    4. Pengembangan Sosial Budaya
      Sebagai tempat untuk memacu kreativitas guna mempertahankan dan melestarikan budaya lokal.
    5. Pengembangan Kewirausahaan
      Menumbuhkembangkan masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam berwirausaha. Termasuk di dalamnya menciptakan peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera.
                                                    BENTUK LAYANAN
    Program Indonesia Pintar di rancang dengan berbagai fasilitas minimal sbb:
    1. Sentra buku, adalah tempat yang ditata dengan berbagai jenis buku minimal memiliki 3000 - 5000 eksemplar. Bertujuan mengembangkan minat baca dan pengetahuan bagi anak-anak dan warga belajar.
    2. Sentra Bermain & Permainan adalah tempat yang ditata dengan berbagi Alat Permainan Edukatif ( APE) bagi Anak Usia Dini untuk mengembangkan semua potensi dan kreatifitas serta imajinasi anak melalui pengembangan kecerdasan jamak (multiple intelligence).
    3. Sentra Komputer adalah tempat yang ditata dengan menyediakan minimal 3-5 buah komputer. Bertujuan mengenalkan teknologi untuk anak-anak dan remaja.
    4. Sentra Audio Visual/Panggung adalah tempat yang ditata dengan menyediakan peralatan audio visual dan panggung, bertujuan untuk mengembangkan potensi inner dan intrapersonal anak guna membangun rasa percaya diri, menggali kreativitas dan keberanian anak-anak dalam mengekplorasi bakat dan minatnya.
    5. Sentra Kriya adalah wadah yang menyediakan berbagai aktivitas yang dirancang untuk memberikan keterampilan hidup dan keterampilan vokasional bagi masyarakat. Dengan adanya sentra kriya diharapkan tercipta perluasan peluang usaha dan peluang kerja bagi masyarakat setempat. Muara program ini adalah pada pengembangan jiwa kewirausahaan, pengenalan lingkungan, penggalian budaya pada anak-anak dan masyarakat setempat.
                                                MEKANISME LAYANAN
    1. Rumah pintar membuka layanan setiap hari, kecuali hari libur
    2. Kegiatan dilakukan selama 3-6 bulan dalam 1 kali putaran /periode
    3. Waktu layanan berlangsung 2 jam /perhari dan bersifat fleksibel
    4. Memiliki Program kegiatan yang terencana untuk masing-masing kelompok sasaran (anak-anak, remaja,kaum perempuan dan lansia)
    5. Memperhatikan rasio antara tutor dan peserta didik
    6. Melakukan evaluasi perkembangan peserta didik pada setiap akhir program.
    7. Bersifat proaktif ke masyarakat
     
     


Thursday, 18 April 2013

JALAN PANJANG MENUJU KULON PROGO CONNECTED


Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu kabupaten dari lima kabupaten/kota di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian barat. Batas Kabupaten Kulon Progo di sebelah timur yaitu Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah, di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah dan di sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia.
Kabupaten Kulon Progo memiliki topografi yang bervariasi dengan ketinggian antara 0 - 1000 meter di atas permukaan air laut, yang terbagi menjadi 3 wilayah meliputi :
a. Bagian Utara
Merupakan dataran tinggi/perbukitan Menoreh dengan ketinggian antara 500 1000 meter di atas permukaan air laut, meliputi Kecamatan Girimulyo, Kokap, Kalibawang dan Samigaluh. Wilayah ini penggunaan tanah diperuntukkan sebagai kawasan budidaya konservasi dan merupakan kawasan rawan bencana tanah longsor.
b. Bagian Tengah
Merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara 100 500 meter di atas permukaan air laut, meliputi Kecamatan Nanggulan, Sentolo, Pengasih, dan sebagian Lendah, wilayah dengan lereng antara 2 15%, tergolong berombak dan bergelombang merupakan peralihan dataran rendah dan perbukitan.

c. Bagian Selatan
Merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0 100 meter di atas permukaan air laut, meliputi Kecamatan Temon, Wates, Panjatan, Galur, dan sebagian Lendah. Berdasarkan kemiringan lahan, memiliki lereng 0 2%, merupakan wilayah pantai sepanjang 24,9 km, apabila musim penghujan merupakan kawasan rawan bencana banjir.

Kabupaten Kulon Progo dengan ibu kota Wates memiliki luas wilayah 58.627,512 ha (586,28 km2), terdiri dari 12 kecamatan 87 desa, 1 kelurahan dan 917 dukuh.

Dari kondisi geografis kulon progo tersebut untuk dapat terkoneksi menuju Kulon Progo Connected banyak memerlukan perjuangan yang panjang dan berliku, mulai dari survey desa ke desa kecamatan ke kecamatan hingga tahap pembangunan insfrastruktur koneksi internet yang sangat melelahkan dan membutuhkan biaya besar.

Semua itu dilakukan untuk Keterbukaan Informasi Publik maka masyarakat berhak mendapat akses informasi secara luas dan mendukung akses informasi dan menuju terwujudnya tata pemerintahan yang baik,meningkatkan perekonomian , kesejahteraan dan pendidikan yang baik bagi seluruh warga masyarakat kulon progo.Maka terkoneksinya semua Desa di Kabupaten Kulon Progo adalah menjadi sebuah keharusan.

Thursday, 21 March 2013

DPR Usulkan Moratorium Anggaran untuk proyek MPLIK/PLIK tetapi jangan hentikan hak rakyat untuk mendapat informasi


Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diminta untuk menyetop sementara proyek Penyedia Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan  Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) karena implementasinya banyak tidak sesuai sasaran.

“Hasil temuan di 6 kota yang merupakan representasi dari 6 pemenang tender menunjukkan proyek ini tak berjalan sesuai dengan tujuan. Banyak terjadi penyimpangan di lapangan. Kami sarankan untuk dilakukan moratorium, lakukan audit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melihat   penyimpangan, sembari dilakukan perbaikan,” tegas Ketua Panitia Kerja (Panja)  Evita Nursanty  saat Rapat Kerja dengan jajaran Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, Senin (18/3).

Diungkapkannya, dari hasil sidak ke lapangan ditemukan banyak hal tidak sesuai harapan yang terjadi dalam proyek MPLIK/PLIK,  misalnya perangkat tidak sesuai standar, lokasi yang tidak ideal, lemahnya koordinasi dengan penguasa daerah, dan berubahnya fungsi MPLIK,misalnya menjadi mobil penagihan listrik.

“Karena itu saya usulkan ada moratorium anggaran dulu untuk proyek MPLIK/PLIK ini, hingga evaluasi yang dilakukan BP3TI selesai. Masalah waktu moratorium, tergantung kecepatan kerja dari BP3TI dan unsur Kemenkominfo lainnya,”katanya.

Anggota Komisi I lainnya, Lily Wahid  menegaskan, dirinya tak mau kecolongan dalam masalah proyek PLIK/MPLIK karena program ini tak  mencapai sasaran. “Saya tidak mau yang terjadi di komisi DPR lain terjadi di komisi I DPR ini. Saya usulkan BPK melakukan pemeriksaan terhadap proyek ini,” katanya.

Kelemahan
Sedangkan Anggota Komisi I DPR Hari Kartana mengungkapkan,  dalam proyek PLIK/MPLIK masih digunakan satelit asing untuk akses seperti IPStar dan Asiasat4. Belum lagi masalah digunakannya jaringan 3G dan EVDO untuk backbone.

“Ini bisa berbahaya seperti kasus IM2 dan Indosat. Sebaiknya regulasi kerjasama jaringan dan jasa itu jelas dulu,” katanya.

Belum lagi, lanjutnya, masalah belum adanya Sistem Informasi Manajemen dan Monitoring Layanan Internet Kecamatan (SIMLIK) yang diibaratkan seperti Network Operation Center (NOC) sehingga pengawasan menjadi lemah.

“Urutannya harusnya ada NOC dulu, ini jaringan dan lainnya malah ada duluan,” katanya.

Terakhir, Anggota Komisi I DPR Meutya Hafidz menyoroti lemahnya masalah pendampingan konten bagi masyarakat sehingga niat untuk membuka cakrawala dengan informasi menjadi  bumerang. “Harusnya ada pendampingan terhadap  konten. Masyarakat di edukasi dulu tentang apa itu internet,”  sesalnya.

Tuntut Balik
Menanggapi hal itu, Menkominfo Tifatul Sembiring menjelaskan, dalam proyek PLIK/MPLIK pemerintah membeli jasa yang disediakan operator bukan membeli peralatan mulai dari mobil hingga perangkat komputer, sehingga kerugian negara tak terjadi

“Kami membayar jasa mereka 4 jam sehari. Jika memang ada masalah di lapangan, mari bersama kita carikan solusinya,” katanya.

Diingatkan Tifatul, jika moratorium dilakukan bisa memunculkan adanya gugatan karena pemutusan sepihak.

“Jika  ada yang menuntut balik karena membatalkan kontrak sepihak, nanti negara yang bayar. Ini bisa merugikan negara,” jelasnya.

Sekadar diketahui, MPLIK  dilengkapi sejumlah fasilitas yang meliputi lima terminal untuk user berupa laptop, genset, server, di atas mobil terdapat antenna parabola VSAT. Akses Internet yang disediakan sekitar 256 kbps, dan sudah dilengkap software nawala untuk memastikan penggunaan Internet Sehat dan Aman

Penyediaan perangkat MPLIK dilakukan oleh empat perusahaan pemenang tender sejak Maret 2010. Keempat perusahaan itu ialah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Jastrindo Dinamika, PT Sarana Insan Muda Selaras, serta PT Aplikanusa Lintasarta.
Khusus untuk Telkom, tender pengadaan MPLIK digelar sebanyak enam paket pekerjaan, antara lain, Paket 4 (Jambi, Riau, Kepulauan Riau), Paket 12 (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo), Paket 13 (Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara), Paket 14 (Sulawesi Selatan), Paket 17 (Kalimantan Tengah), Paket 20 (Papua dan Irian Jaya Barat).

Telkom sendiri sempat terkena isu tak sedap dalam kasus MPLIK ini karena  terlambat menjalankan perangkat di lapangan.

KPU ini dilaksanakan di 32.000 desa yang belum terpasang akses telekomunikasi se-Indonesia. Sedangkan sekitar 41.000 desa diklaim Kemkominfo sudah terdapat akses telekomunikasi. Kemkominfo mencatat per 7 Desember 2011 separuh lebih target KPU sudah terlaksana, sisanya merampungkan rata-rata 23,91 persen target KPU.

Data Kemkominfo menunjukkan sisa desa dering yang belum terpasang 3.002 atau 9,05 persen dari target 33.184 desa dan desa pinter 31 atau 23,67% dari target 131 desa. Adapun, sisa PLIK yang harus dibangun yakni 418 setara 7,27% dari target 5.748 serta sisa MPLIK yang belum terealisasi 1.061 setara 55,64% dari total target 1.907.(id

Sumber: Berbagai sumber berita

Saturday, 9 February 2013

KULON PROGO MENDAPAT BANTUAN MOTOR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

Siaran Pers No. 13/PIH/Kominfo/2/2013 tentang Bantuan Kendaraan M-PUSTIKA Penyuluhan Informasi Publik Untuk Daerah Terpencil 

(Jakarta, 6 Februari 2013). Dalam rangka meningkatkan penyebarluasan dan pemerataan informasi publik kepada masyarakat, maka Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada tanggal 6 Februari 2013 ini telah secara resmi menyerahkan bantuan berupa kendaraan penyuluhan informasi publik roda dua dan roda empat, yang lebih dikenal dengan istilah M-PUSTIKA (Mobil Pusat Teknologi Informasi Komunitas). Ini adalah sebagai salah satu upaya Kementerian Kominfo untuk mencapai masyarakat informasi Indonesia, dengan prioritas penyebaran informasi pada daerah tertinggal, terpencil, terluar, rawan bencana, dan pasca/rawan konflik. Progam bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam rangka membangun simpul-simpul informasi di seluruh daerah di Indonesia, yang harus mendapat dukungan sepenuhnya dari unsur pemerintah daerah, sehingga sasaran yang akan dicapai dalam rangka membangun masyarakat informasi Indonesia akan terlaksana dengan lancar.

Dalam sambutannya, Menteri Kominfo mengatakan, bahwa penyerahan bantuan seperti ini memang bukan yang pertama kalinya, karena sudah rutin dilakukan oleh Kementerian Kominfo sejak beberapa tahun yang lalu. Lebih lanjut dikatakannya, ini semua sesungguhnya merupakan wujud kepedulian dan komitmen kami di Kementerian Kominfo untuk turut serta secara aktif dan konkret terus mendorong seluruh Pemda di seluruh tanah air agar aktif secara terus menerus melakukan sosialisasi, edukasi dan berbagai bentuk penerangan pada masyarakat luas tentang berbagai hal kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Tifatul Sembiring juga mengatakan: “ Dukungan ini perlu ditunjukkan, karena meskipun di era otonomi ini saudara-saudara Bupati dan Walikota mungkin memiliki potensi anggaran yang cukup berlebih kalau hanya sekedar melakukan pengadaan mobil penerangan seperti ini, namun maknanya tentu lain jika Pemerintah Pusat turut membantunya. Bahwasanya di luar bantuan ini masing-masing Pemda akan melakukan perngadaan tambahan, Kementerian Kominfo tidak melarang. Tetapi harus jelas tujuannya .”

Menteri Kominfo juga berpesan kepada jajaran Pemda, untuk tidak hanya one way menyampaikan informasi publiknya, tetapi harus juga bersifat interaktif. Artinya, menurutnya, petugas yang bertanggung-jawab harus dibekali dengan sejumlah informasi yang paling up to date sejauh tidak melanggar peraturan. Juga dikatakannya, masyarakat kini makin kritis dan cerdas, sehingga agak ironis jika petugasnya tidak nyambung dalam berinteraksi dengan masyarakat, sehingga tidak boleh sampai informasi yang disampaikan serba ketinggalan dari media sosial dan media konvensional yang diperoleh masyarakat setiap hari. Yang tidak kalah pentingnya, Menteri juga mengatakan: “ Selain rutin dengan bantuan kendaraan penyuluhan seperti ini, seperti kita ketahui Kementerian Kominfo juga concern dengan penyediaan akses telekomunikasi yang lain, mulai dari fasilitas desa berdering, desa pinter, PLIK, M-PLIK dan desa informasi. Kenapa ini perlu saya tekankan, karena untuk menunjukkan, bahwa pemerintah khususnya jajaran Kementerian Kominfo dan instansi terkait di daerah selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Itulah sebabnya saya sering memerlukan datang sendiri ke sejumlah daerah untuk memastikan bahwa bantuan akses telekomunikasi yang diberikan itu benar-benar sampai dan ada gunanya .”

Sebagai informasi, kendaraan penyuluhan informasi publik roda empat ini tipenya adalah Mitshubisi L.300 yang dilengkapi dengan:
  1. Screen Projector.
  2. LCD Projector.
  3. Plasma TV (Samsung 51).
  4. Speaker GMG + Tripod .
  5. Mixer Amplifier.
  6. Genset (Hatsudenki EC 3000).
  7. Notebook (Lenovo B470).
  8. Tabung Pemadam Api (Yamato YAM-4EL).
  9. Camera Digital (Sony DSC - WG10).
  10. Handycam Samsung T10 Black ll DVD Player (LG DP520).
  11. Printer (Canon PIXMA IP 2770).
  12. Handy Talky (Motorola) 14)Modem USB 226 Claro

Yang berhak menerima adalah:
  1. Dishub Kominfo Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.
  2. Dishub Kominfo Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.
  3. Dishub Kominfo Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.
  4. Dishub Kominfo Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tengah.
  5. Dishub Kominfo Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara
  6. Dishub Kominfo dan Pariwisata Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.
  7. Dishub Kominfo Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.
  8. Dishub Infokom kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.
  9. Dinas Kominfo Kota Pare- Pare, Provinsi Sulawesi Selatan.
  10. Dinas Kominfo Kabupaten Bovendigoel, Provinsi Papua.
  11. Dishub Kominfo Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara.
  12. Dishubparbud Kominfo Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.
  13. Diskominfo Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.
  14. Dishub Kominfo Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.
  15. Dinas Kominfo Kota Jayapura, Provinsi Papua

Sedangkan kendaraan yang roda dua bertipe Honda New Megrapro yang dilengkapi dengan
  1. Box Motor.
  2. Netbook (HP).
  3. Toa (ZA-250S).
  4. LCD Projector.
  5. Genset.
  6. TOA (Pengeras Suara)

Yang berhak menerima adalah:
  1. Dinas Kominfo Provinsi Maluku.
  2. Dinas Kominfo Provinsi NTT.
  3. Dishub Kominfo Provinsi Bengkulu.
  4. Dishub Kominfo Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.
  5. Dishub Kominfo Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.
  6. Dishub Kominfo Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY.
  7. Dinas Kominfo Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
  8. Dishub Kominfo Kab. Bulukumba, Provinsi. Sulawesi Barat.
  9. Dinas Kominfo Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.
  10. Dinas Kominfo Kabupaten Karang Asem, Provinsi Bali.
  11. Dinas Kominfo Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur.
  12. Dishub Kominfo Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur.
  13. Dinas Kominfo Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.
  14. Dinas Kominfo Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.
  15. Dishub Infokom Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur

Kementerian Kominfo memastikan, bahwa pengadaan barang dan jasa untuk penyediaan bantuan kendaraan tersebut bersifat transparan dan obyektif sesuai ketentuan yang berlaku. Pemberian bantuan ini sudah memberikan bantuan pengadaan kendaraan penyuluhan informasi publik dimulai dari tahun 2005 sampai 2012 sebanyak 73 buah mobil. Untuk pengadaan tahun terakhir ini harga mobil satu unit Rp. 326.212.700, harga motor satu unit Rp. 43.219.000.

----------------
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo (Gatot S. Dewa Broto, HP: 0811898504, Email: gatot_b@postel.go.id , Tel/Fax: 021.3504024).
Sumber ilustrasi: http://web.kominfo.go.id/sites/default/files/users/91/Mbl_Pelayanan_informasi.jpg.