PLIK NANGGULAN 2 - SHOWROOM PETANI & UMKM KULON PROGO

PLIK NANGGULAN 2 MELAYANI:INTERNET-SALES-SERVICE-TRAINING-CONTENT DEVELOPMENT-SHOWROOM PETANI DAN UMKM UNTUK JASA PELAYANAN HUBUNGI PLIK NANGGULAN 2 DESA BANYUROTO KECAMATAN NANGGULAN KABUPATEN KULON PROGO DIY 55671-BERSAMA KITA MEMBANGUN EKONOMI RAKYAT

Thursday, 17 July 2014

News in Indonesia unicef​​, volunteer facilitator at the same PLIK Nanggulan 2 family program hopes to prevent child neglect and exploitation through family development sessions


From UNICEF Indonesia

By: Astrid Gonzaga Dionisio, Child Protection Specialist

Yogyakarta, June 2014 - When I attended a discussion on child protection in Yogyakarta recently, one of the participants really stood out.

Ibu Prihatin is a mother of three and a graduate of junior high school from Kulon Progo District. She understands very well what is needed to provide her children with all the support they need to succeed in school – and she loves to talk about it.

“We have to make sure they have breakfast in the morning and that their uniforms are clean and in order,” she said when participants were asked to discuss how to prevent neglect.

Ibu Prihatin has been participating in the Family Hope Programme (PKH - Program Keluarga Harapan) since 2008. Through the programme, the Indonesian government provides conditional cash transfers to the poorest families to improve their access to health and education services.



One of the conditions is that family members attend these kind of family development sessions to better understand the impact of child neglect and how to prevent it.  They also learn about the risks of exploitation, be it for labour or even worse for prostitution.

Ibu Prihatin read out result from group discussion on what needs to be done to prevent child neglect.
© UNICEF Indonesia/2014/Astrid Dionisio

Children have a right to basic necessities like food, clothing, shelter and education. And they have a right to be protected from all forms of exploitation and abuse. However, parents are often not aware of the risks and the impact of neglect and exploitation.

Ibu Prihatin said this was the first time she had heard such subjects discussed.

“The topics are interesting,” she said. “I have learned many things that will help me bring up and nurture my children better, so they can succeed in their education and are prepared for their later life.”

She hopes the family development sessions will help prevent child neglect and exploitation in the community and she wants to support her three children to attain higher education.

Apart from the child protection modules, beneficiaries of the PKH programme must also attend sessions that focus on education, health and nutrition as well as economic empowerment.

UNICEF has helped to develop these sessions. The discussion I attended, on child protection, was a field test to see how much the participants learned about the subject.

In future, family development sessions will be run by the PKH facilitators.

One of them is Sapti Puji Rahayu who was recruited in 2008 for Kulon Progo district, covering 180 beneficiary households.

Sapti Puji Rahayu, PKH Facilitator in Kulon Progo, Yogyakarta.
© UNICEF Indonesia/2014/Astrid Dionisio

Sapti ran the fielding testing session that I attended.  

She said discussing all topics on violence, exploitation and neglect were relevant and important for protecting children.

“I have found such cases in our community, and children are suffering,” she said. “It is important that parents are aware of the risks and the consequences.”

Sapti says she found some children in the community who were working instead of going to school. Others dropped out of classes because their parents weren’t making sure they attended.

Sapti has enjoyed working with vulnerable members of the community. “My most memorable experience was my success in helping a family to obtain their civil registration documents including birth registration for their children so they could access education and other services.” 

Sapti Puji Rahayu (standing) facilitates the discussions with PKH beneficiaries.
© UNICEF Indonesia/2014/Astrid Dionisio

After seeing the family development session in action, I feel optimistic. The group was open to talking about sensitive issues like child exploitation and neglect. Changing this will take time, but the sessions definitely make a difference and I am proud that we at UNICEF can help make them as effective as possible.

We need more Saptis who are willing to listen, work and stay in the community to create change for the most vulnerable groups, especially children.

Friday, 27 June 2014

UNICEF Jakarta & Kemensos Manfaatkan Fasilitas Gubug Pintar " Plik Nanggulan 2" dalam rangka uji coba Modul Perlindungan Anak untuk Program Keluarga Harapan



Pada tanggal 25 Juni 2014 Plik Nanggulan 2 kedatangan tamu dari tim UNICEF Jakarta, tim KEMENSOS dan pendamping dan peserta Program Keluarga Harapan  dalam rangka uci coba modul Perlindungan Anak untuk PKH.



Dalam kegiatan itu mereka memanfaatkan fasilitas ruang Edukasi dan Multimedia Plik Nanggulan 2 yang berada disamping ruang akses internet Plik Nanggulan 2 Jl.Wates-Sribit Km.7 Watukodok, Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, DIY
Dalam kegiatan tersebut dilakukan sosialisasi,diskusi,diseminasi tentang Perlindungan Anak dan memanfaatkan sarana Multimedia


Sunday, 8 June 2014

Dua Warga New York Amerika Serikat Manfaatkan Fasilitas PLIK Nanggulan 2


Dua touris warga New York, AS (emily&marry) sedang memanfaatkan fasilitas warnet Plik Nanggulan 2 dengan mengedit dan mengupload hasil fotografinya, mereka sangat senang di pedesaan telah ada fasilitas warnet/PLIK sehingga mereka bisa cepat bisa upload hasil bidikannya dan dapat segera share ke teman-temannya dan keluarganya.
Kehadiran mereka dalam rangka wisata liburan dan keinginan mereka mengabadikan suasana pedesaan yang kebetulan mereka mengabadikan suasana pedesaan di sekitar Plik Nanggulan 2 tepatnya bentang dari Pusat Penyelamatan Satwa Jogja hingga Desa Banyuroto kecamatan Nanggulan.
selain di jogja mereka juga ingin melanjutkan tournya ke Pulau Bali
 


Friday, 9 May 2014

SIKIB evaluasi Rumah Pintar di Kulon Progo Kamis, 27 Maret 2014 20:57 WIB

Silaturahmi Pengelola Plik Nanggulan 2 di Rumah Pintar Hargotirto,Kokap, KP
Dalam Foto Liputan Sutarmi Antara news.com tanggal 27 Maret 2014 20:57

Kulon Progo (Antara Jogja) - Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Besatu melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan Rumah Pintar
Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) bekerjasama dengan Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, BNN dan SCTV melakukan pelayanan kesehatan umum dan gigi gratis Pundi Amal SCTV di Puskesms Kokap 2 dan Rumah Pintar SIKIB Pedukuhan Segajih Desa Hargotirto Kecamatan Kokap, Kamis (27/03/2014). Sedangkan di SD Plaosan d Pancanangan Gerakan Indonesia BerSeRRI (Bersih Sehat Ramah Lingkungan Rapi Indah). Selain itu dilakukan monitoring dan evaluasi di Rumah Pintar di Desa Hargotirto. 

Rombongan yang diketuai Ratna Djoko Suyanto, Ketua II SIKIB sekaligus Istri Menkopolhukam menyatakan yang dilakukan SIKIB adalah agar desa yang dituju bisa terwujud menjadi desa sejahtera. Dengan melihat langsung perkembangan kegiatan di lapangan maka bila ada hambatan, segera ditindaklanjuti, karena pihaknya tidak ingin apa yang sudah dilakukan akan berhenti.

"Diharapkan nanti dapat menjadi desa mandiri. Kita harus punya tujuan akhir menjadi desa mandiri tanpa pendampingan. Masyarakat harus mandiri dan hasilnya menjadi contoh masyarakat lain," kata Ratna.

Pengelola Rumah Pintar, Sumardi mengatakan posyandu lansia yang dulu hanya di rumah pintar, sekarang sudah berimbas ke pedukuhan lainnya. Demikian pula Kawasan Rumah Pangan lestari sudah berkembang, warga sudah bisa tanam pangan dan dipetik sendiri. Di bidang seni, karawitan semula hanya iikuti ibu-ibu sekarang sudah diikuti anak-anak, anak-anak SD Plaosan ikut pula.

Untuk prestasi yang sudah diraih adalah juara 2 Desa sehat se-DIY tahun 2013, juara 1 lomba kelompok ternak etawa, juara 1 penjaga lingkungan hidup 2013 dan maju tingkat nasional tahun 2014. Kelompok tani kambing etawa di Suropato menjadi tempat studi lapangan Asean pada 21 okt 2013. Siswa SMP 2 Kokap juga memanfaatkan gamelan di Rumah pintar dan dipercaya mengisi acara di TVRI.
 
Sementara terhadap produk gula semut belum dapat maksimal, karena bila mengggunakan mesin tidak produktif di tingkat penggerus. Jika menggunakan gas, antara pemasukan dan pengeluaran belum menguntungkan. Lebih menguntungkan memakai kayu bakar. Sedangkan pengepakan tetap menggunakan alat di rumah pintar.

Terhadap perkembangan Rumah Pintar, Ratna Djoko Suyanto mengatakan bersyukur semua dapat berjalan baik, termasuk kelompok ibu-ibu yang mengelolanya. "Memang proses menuju yang lebih baik lagi perlu proses dan tidak mudah. Jika kita lihat sekarang sungguh luar biasa. Desa lain sudah mencontoh, berarti kita jadi pilot projec. Jika ada kekurangan kita evaluasi lagi dan dibenahi,"ujarnya. 

Sunday, 27 April 2014

SUKSESKAN UPDATING SENSUS PERTANIAN TAHUN 2013 DI BULAN APRIL TAHUN 2014 INI


Mari kita susksekan Updating Data Sensus Pertanian 2013 di bulan april tahun 2014 ini dengan memberikan keterangan sejujur-jujurnya dan sejelas-jelasnya demi akuratnya hasil updating sensus untuk menentukan kebijakan pemerintah yang lebih tepat pada sektor pertanian.

Sunday, 9 March 2014

Plik Nanggulan 2 Rintis Toko Online Versi Blogspot (www.ukmnanggulan.blogspot.com)


Plik Nanggulan 2 rintis toko online versi blogspot dengan dengan nama Market Online Plik Nanggulan 2 yang beralamat websitenya http://ukmnanggulan.blogspot.com/ dengan tujuan utama adalah berkembang bersama dalam hal fasilitasi,promosi dan penjualan produk-produk ukm dan petani yang berada di sekitar Plik Nanggulan 2 ataupun lingkup Kecamatan Nanggulan khususnya dan Kabupaten Kulon Progo pada umumnya.
Dengan demikian diharapkan akan berdampak luas bagi peningkatan keejahteraan ukm dan petani disekitar Plik Nanggulan 2

Friday, 7 March 2014

Kerjasama Kemitraan Pemanfaatan sarana Plik Nanggulan 2 dengan MTSN Donomulyo Nanggulan

Suasana antrian siswa MTSN Donomulyo mengikuti kegiatan Ujian praktek TIK di PLIK Nanggulan 2