Sumber : http://peraturantentangdesa.blogspot.com/search?updated-max=2014-04-17T11%3A13%3A00%2B07%3A00&max-results=1
http://peraturantentangdesa.blogspot.com/
Tuesday, 19 August 2014
Nanggulan Telecenter ( Craft )
sumber: www.jtec.org.mm/evillage/pdf/4_Indonesia.pdf
Telecenter Rural tidak hanya proyek untuk umum
layanan, tetapi bagian dari transformasi Program nasional
Thursday, 17 July 2014
News in Indonesia unicef, volunteer facilitator at the same PLIK Nanggulan 2 family program hopes to prevent child neglect and exploitation through family development sessions
From UNICEF Indonesia
By:
Astrid Gonzaga Dionisio, Child Protection Specialist
Yogyakarta, June
2014 - When I attended a discussion on child protection
in Yogyakarta recently, one of the participants really stood out.
Ibu Prihatin is a mother of three and
a graduate of junior high school from Kulon Progo District. She
understands very well what is needed to provide her children with
all the support they need to succeed in school – and she loves to
talk about it.
“We have to make
sure they have breakfast in the morning and that their uniforms are
clean and in order,” she said when participants were asked to
discuss how to prevent neglect.
Ibu Prihatin has been participating in
the Family Hope Programme (PKH - Program Keluarga Harapan)
since 2008. Through the programme, the Indonesian government
provides conditional cash transfers to the poorest families to
improve their access to health and education services.
One of the conditions is
that family members attend these kind of family development sessions
to better understand the impact of child neglect and how to prevent
it. They also learn about the risks of exploitation, be it for
labour or even worse for prostitution.
![]() |
Ibu Prihatin read out result from group
discussion on what needs to be done to prevent child neglect.
© UNICEF Indonesia/2014/Astrid Dionisio |
Children have a right to
basic necessities like food, clothing, shelter and education. And
they have a right to be protected from all forms of exploitation and
abuse. However, parents are often not aware of the risks and the
impact of neglect and exploitation.
Ibu Prihatin said this
was the first time she had heard such subjects discussed.
“The topics are
interesting,” she said. “I have learned many things that will
help me bring up and nurture my children better, so they can succeed
in their education and are prepared for their later life.”
She hopes the family
development sessions will help prevent child neglect and
exploitation in the community and she wants to support her three
children to attain higher education.
Apart from the child
protection modules, beneficiaries of the PKH programme must also
attend sessions that focus on education, health and nutrition as
well as economic empowerment.
UNICEF has helped to
develop these sessions. The discussion I attended, on child
protection, was a field test to see how much the participants
learned about the subject.
In future, family
development sessions will be run by the PKH facilitators.
One of them is Sapti Puji
Rahayu who was recruited in 2008 for Kulon Progo district, covering
180 beneficiary households.
Sapti Puji Rahayu, PKH Facilitator in Kulon
Progo, Yogyakarta.
© UNICEF Indonesia/2014/Astrid Dionisio |
Sapti ran the fielding
testing session that I attended.
She said discussing all
topics on violence, exploitation and neglect were relevant and
important for protecting children.
“I have found
such cases in our community, and children are suffering,” she
said. “It is important that parents are aware of the risks and the
consequences.”
Sapti says she found some
children in the community who were working instead of going to
school. Others dropped out of classes because their parents weren’t
making sure they attended.
Sapti has enjoyed working
with vulnerable members of the community. “My most memorable
experience was my success in helping a family to obtain their civil
registration documents including birth registration for their
children so they could access education and other services.”
![]() |
Sapti Puji Rahayu (standing) facilitates the
discussions with PKH beneficiaries.
© UNICEF Indonesia/2014/Astrid Dionisio |
After seeing the family
development session in action, I feel optimistic. The group was open
to talking about sensitive issues like child exploitation and
neglect. Changing this will take time, but the sessions definitely
make a difference and I am proud that we at UNICEF can help make
them as effective as possible.
We need more Saptis who
are willing to listen, work and stay in the community to create
change for the most vulnerable groups, especially children.
Friday, 27 June 2014
UNICEF Jakarta & Kemensos Manfaatkan Fasilitas Gubug Pintar " Plik Nanggulan 2" dalam rangka uji coba Modul Perlindungan Anak untuk Program Keluarga Harapan
Pada tanggal 25 Juni 2014 Plik Nanggulan 2 kedatangan tamu dari tim UNICEF Jakarta, tim KEMENSOS dan pendamping dan peserta Program Keluarga Harapan dalam rangka uci coba modul Perlindungan Anak untuk PKH.
Dalam kegiatan itu mereka memanfaatkan fasilitas ruang Edukasi dan Multimedia Plik Nanggulan 2 yang berada disamping ruang akses internet Plik Nanggulan 2 Jl.Wates-Sribit Km.7 Watukodok, Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, DIY
Dalam kegiatan tersebut dilakukan sosialisasi,diskusi,diseminasi tentang Perlindungan Anak dan memanfaatkan sarana Multimedia
Sunday, 8 June 2014
Dua Warga New York Amerika Serikat Manfaatkan Fasilitas PLIK Nanggulan 2
Dua touris warga New York, AS (emily&marry) sedang memanfaatkan fasilitas warnet Plik Nanggulan 2 dengan mengedit dan mengupload hasil fotografinya, mereka sangat senang di pedesaan telah ada fasilitas warnet/PLIK sehingga mereka bisa cepat bisa upload hasil bidikannya dan dapat segera share ke teman-temannya dan keluarganya.
Kehadiran mereka dalam rangka wisata liburan dan keinginan mereka mengabadikan suasana pedesaan yang kebetulan mereka mengabadikan suasana pedesaan di sekitar Plik Nanggulan 2 tepatnya bentang dari Pusat Penyelamatan Satwa Jogja hingga Desa Banyuroto kecamatan Nanggulan.
selain di jogja mereka juga ingin melanjutkan tournya ke Pulau Bali
Friday, 9 May 2014
SIKIB evaluasi Rumah Pintar di Kulon Progo Kamis, 27 Maret 2014 20:57 WIB
Silaturahmi Pengelola Plik Nanggulan 2 di Rumah Pintar Hargotirto,Kokap, KP
Dalam Foto Liputan Sutarmi Antara news.com tanggal 27 Maret 2014 20:57
Kulon Progo (Antara Jogja) - Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Besatu melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan Rumah Pintar
Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) bekerjasama dengan Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, BNN dan SCTV melakukan pelayanan kesehatan umum dan gigi gratis Pundi Amal SCTV di Puskesms Kokap 2 dan Rumah Pintar SIKIB Pedukuhan Segajih Desa Hargotirto Kecamatan Kokap, Kamis (27/03/2014). Sedangkan di SD Plaosan d Pancanangan Gerakan Indonesia BerSeRRI (Bersih Sehat Ramah Lingkungan Rapi Indah). Selain itu dilakukan monitoring dan evaluasi di Rumah Pintar di Desa Hargotirto.
Rombongan yang diketuai Ratna Djoko Suyanto, Ketua II SIKIB sekaligus Istri Menkopolhukam menyatakan yang dilakukan SIKIB adalah agar desa yang dituju bisa terwujud menjadi desa sejahtera. Dengan melihat langsung perkembangan kegiatan di lapangan maka bila ada hambatan, segera ditindaklanjuti, karena pihaknya tidak ingin apa yang sudah dilakukan akan berhenti.
"Diharapkan nanti dapat menjadi desa mandiri. Kita harus punya tujuan akhir menjadi desa mandiri tanpa pendampingan. Masyarakat harus mandiri dan hasilnya menjadi contoh masyarakat lain," kata Ratna.
Pengelola Rumah Pintar, Sumardi mengatakan posyandu lansia yang dulu hanya di rumah pintar, sekarang sudah berimbas ke pedukuhan lainnya. Demikian pula Kawasan Rumah Pangan lestari sudah berkembang, warga sudah bisa tanam pangan dan dipetik sendiri. Di bidang seni, karawitan semula hanya iikuti ibu-ibu sekarang sudah diikuti anak-anak, anak-anak SD Plaosan ikut pula.
Untuk prestasi yang sudah diraih adalah juara 2 Desa sehat se-DIY tahun 2013, juara 1 lomba kelompok ternak etawa, juara 1 penjaga lingkungan hidup 2013 dan maju tingkat nasional tahun 2014. Kelompok tani kambing etawa di Suropato menjadi tempat studi lapangan Asean pada 21 okt 2013. Siswa SMP 2 Kokap juga memanfaatkan gamelan di Rumah pintar dan dipercaya mengisi acara di TVRI.
Sementara terhadap produk gula semut belum dapat maksimal, karena bila mengggunakan mesin tidak produktif di tingkat penggerus. Jika menggunakan gas, antara pemasukan dan pengeluaran belum menguntungkan. Lebih menguntungkan memakai kayu bakar. Sedangkan pengepakan tetap menggunakan alat di rumah pintar.
Terhadap perkembangan Rumah Pintar, Ratna Djoko Suyanto mengatakan bersyukur semua dapat berjalan baik, termasuk kelompok ibu-ibu yang mengelolanya. "Memang proses menuju yang lebih baik lagi perlu proses dan tidak mudah. Jika kita lihat sekarang sungguh luar biasa. Desa lain sudah mencontoh, berarti kita jadi pilot projec. Jika ada kekurangan kita evaluasi lagi dan dibenahi,"ujarnya.
Dalam Foto Liputan Sutarmi Antara news.com tanggal 27 Maret 2014 20:57
Kulon Progo (Antara Jogja) - Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Besatu melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan Rumah Pintar
Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) bekerjasama dengan Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, BNN dan SCTV melakukan pelayanan kesehatan umum dan gigi gratis Pundi Amal SCTV di Puskesms Kokap 2 dan Rumah Pintar SIKIB Pedukuhan Segajih Desa Hargotirto Kecamatan Kokap, Kamis (27/03/2014). Sedangkan di SD Plaosan d Pancanangan Gerakan Indonesia BerSeRRI (Bersih Sehat Ramah Lingkungan Rapi Indah). Selain itu dilakukan monitoring dan evaluasi di Rumah Pintar di Desa Hargotirto.
Rombongan yang diketuai Ratna Djoko Suyanto, Ketua II SIKIB sekaligus Istri Menkopolhukam menyatakan yang dilakukan SIKIB adalah agar desa yang dituju bisa terwujud menjadi desa sejahtera. Dengan melihat langsung perkembangan kegiatan di lapangan maka bila ada hambatan, segera ditindaklanjuti, karena pihaknya tidak ingin apa yang sudah dilakukan akan berhenti.
"Diharapkan nanti dapat menjadi desa mandiri. Kita harus punya tujuan akhir menjadi desa mandiri tanpa pendampingan. Masyarakat harus mandiri dan hasilnya menjadi contoh masyarakat lain," kata Ratna.
Pengelola Rumah Pintar, Sumardi mengatakan posyandu lansia yang dulu hanya di rumah pintar, sekarang sudah berimbas ke pedukuhan lainnya. Demikian pula Kawasan Rumah Pangan lestari sudah berkembang, warga sudah bisa tanam pangan dan dipetik sendiri. Di bidang seni, karawitan semula hanya iikuti ibu-ibu sekarang sudah diikuti anak-anak, anak-anak SD Plaosan ikut pula.
Untuk prestasi yang sudah diraih adalah juara 2 Desa sehat se-DIY tahun 2013, juara 1 lomba kelompok ternak etawa, juara 1 penjaga lingkungan hidup 2013 dan maju tingkat nasional tahun 2014. Kelompok tani kambing etawa di Suropato menjadi tempat studi lapangan Asean pada 21 okt 2013. Siswa SMP 2 Kokap juga memanfaatkan gamelan di Rumah pintar dan dipercaya mengisi acara di TVRI.
Sementara terhadap produk gula semut belum dapat maksimal, karena bila mengggunakan mesin tidak produktif di tingkat penggerus. Jika menggunakan gas, antara pemasukan dan pengeluaran belum menguntungkan. Lebih menguntungkan memakai kayu bakar. Sedangkan pengepakan tetap menggunakan alat di rumah pintar.
Terhadap perkembangan Rumah Pintar, Ratna Djoko Suyanto mengatakan bersyukur semua dapat berjalan baik, termasuk kelompok ibu-ibu yang mengelolanya. "Memang proses menuju yang lebih baik lagi perlu proses dan tidak mudah. Jika kita lihat sekarang sungguh luar biasa. Desa lain sudah mencontoh, berarti kita jadi pilot projec. Jika ada kekurangan kita evaluasi lagi dan dibenahi,"ujarnya.
Sunday, 27 April 2014
SUKSESKAN UPDATING SENSUS PERTANIAN TAHUN 2013 DI BULAN APRIL TAHUN 2014 INI
Mari kita susksekan Updating Data Sensus Pertanian 2013 di bulan april tahun 2014 ini dengan memberikan keterangan sejujur-jujurnya dan sejelas-jelasnya demi akuratnya hasil updating sensus untuk menentukan kebijakan pemerintah yang lebih tepat pada sektor pertanian.
Subscribe to:
Posts (Atom)












