PLIK NANGGULAN 2 - SHOWROOM PETANI & UMKM KULON PROGO

PLIK NANGGULAN 2 MELAYANI:INTERNET-SALES-SERVICE-TRAINING-CONTENT DEVELOPMENT-SHOWROOM PETANI DAN UMKM UNTUK JASA PELAYANAN HUBUNGI PLIK NANGGULAN 2 DESA BANYUROTO KECAMATAN NANGGULAN KABUPATEN KULON PROGO DIY 55671-BERSAMA KITA MEMBANGUN EKONOMI RAKYAT

Wednesday, 5 August 2015

Redesain USO menuju Indonesia Broadband


Demi terwujudnya USO yang bermanfaat bagi masyarakat, BP3TI tidak henti-hentinya melakukan evaluasi dan pembaharuan terhadap program USO. Tahun 2014 merupakan tahun evaluasi dan tonggak semangat pembaharuan program USO, dimana dilahirkan USO dengan konsep baru, yaitu “Redesain USO”. Definisi redesain adalah perubahan program yang didasarkan pada kondisi saat ini (As-Is), dapat dimulai secara cepat dalam jangka waktu pendek (misalnya 3 tahun kedepan).
Karakateristik Redesain USO memiliki ciri-ciri, antara lain :
  • Komprehensif : membangun ekosistem, bukan hanya infrastruktur telekomunikasi;
  • Bottom-up : program yang disusun merupakan aspirasi dan pengakuan berbagai pihak yang terkait, diantaranya pemerintah daerah, operator, dan kementerian;
  • Piloting : program bersifat cluster (tidak nasional) sesuai dengan kondisi dan kesiapan daerah untuk mempermudah kontrol;
  • Sinergis : program dijalankan dengan melibatkan multi stakeholder yang terkait, sesuai dengan karakteristik program yang disusun, misalnya program kesehatan terkait dengan Kementerian Kesehatan dan sebagainya. 
Konsep Redesain USO ini diturunkan kedalam program, antara lain :
1
Penyediaan BTS di daerah signal lemah atau tidak ada signal. Program ini bertujuan untuk menyediakan layanan seluler dan data di area yang memiliki signal lemah atau tidak tersedia signal. Jumlah target lokasi adalah 125 lokasi area blankspot yang akan terlayani BTS pada tahun 2015. Pada tanggal 17 Agustus 2015 pemerintah mentargetkan BP3TI dapat membangun di 9 lokasi dari seluruh target dimaksud
2
Penyediaan layanan akses internet terdiri dari 3 program, yaitu :
  1. Penyediaan layanan akses broadband internet di 800 lokasi. Sasaran dari program ini adalah wilayah yang masuk kategori USO sehingga yang semula tidak memiliki sistem broadband menjadi memiliki sistem broadband.;
  2. Penyediaan layanan akses broadband internet di 10 Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Sesuai dengan judul programnya, program ini bermaksud untuk menyediakan akses internet di ruang publik dalam Rusunawa;
  3. Penyediaan layanan akses broadband internet di 20 desa nelayan dan pertanian.
3
Ducting dan tiang bersama. Ducting dan tiang bersama merupakan sarana untuk menempatkan kabel serta optik berbagai penyelenggara telekomunikasi dalam satu pipa (duct) atau tiang yang digunakan secara bersama dengan tujuan efisiensi dan efektifitas pengembangan layanan telekomunikasi, pengembangan wilayah dan menjaga estetika kota, percepatan pengembangan smart city, kontribusi sektor TIK bagi Pemda untuk Pendapatan Anggaran Daerah (PAD);
4
Penyediaan Jaringan Tulang Pungung Serat Optik dimaksudkan membangun jaringan sistem kabel optik meliputi 51 kabupaten/kota yang belum dijangkau oleh operator swasta/BUMN agar dapat menikmati sarana komunikasi dengan kualitas yang prima. Pelaksanaan penyediaan jaringan tulang punggung serat optik ini menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Swasta;
5
Infrastruktur Penyiaran merupakan peningkatan jangkauan siaran melalui revitalisasi infrastruktur dan meningkatkan kualitas siaran penyiaran publik di 11 lokasi;
6
Penyediaan pendukung ekosistem infrastruktur merupakan program yang mendorong kemajuan industri telekomunikasi. Program yang termasuk didalamnya termasuk pengembangan SDM, literasi, inkubator konten, smart city, aplikasi nomor tunggal panggilan darurat;
7
Revitalisasi NIX dimaksudkan untuk melakukan evaluasi terhadap NIX yang telah terbangung agar dapat menjadi pusat data yang beroperasi secara optimal;
8
Penyediaan perangkat pendukung. Program ini mendukung program utama. Jika dalam satu lokasi, belum terdapat perangkat pendukung maka BP3TI akan menyediakan perangkat dimaksud agar pelaksanaan program utama dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal;
Program Redesain USO ini bertujuan untuk melakukan pemerataan infrastruktur yang menunjang konektivitas antar wilayah secara terintegrasi dan infrastruktur yang memungkinkan melakukan pengaksesan, pertukaran dan kolaborasi riset secara lebih cepat. Pelaksanaan program Redesain USO ini masih menunggu penetapan Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika mengenai Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) Telekomunikasi dan Informatika yang telah dilakukan proses uji publik. 




Sumber : Divisi Hukum dan Humas BPPPTI. Telp : 021-31936590

Friday, 31 July 2015

Belajar dari Kisah Kiskenda-Sugriwa Subali

Gambar: Sugriwa Subali Dance-Kiskenda Cave Girimulyo Kulon Progo

Kisah ini adalah petikan salah satu versi dari sebuah kisah. Dan, kisah adalah menyangkut rasa, dan rasa melampaui logika. Yang penting dari sebuah kisah adalah bukan benar atau tidaknya sebuah kisah, akan tetapi apakah kita dapat menarik pelajaraan berharga dari kisah tersebut atau tidak?
Dalam cerita epik Ramayana, dikenal sebuah kerajaan yang rukun. Kerajaan ini bernama Kiskenda. Kemajuan dan kesejahteraan rakyat terlihat dari setiap dasawarsa kehidupan negeri yang dihuni kaum kera tersebut.
Namun, ada kalanya kehidupan itu silih berganti dari bahagia sampai kesedihan. Karena dinamika kita kenal sebagai determinis yang bukan saja absolut, tetapi juga statistik mempengaruhi perubahan struktur sosial.
Dalam wiracarita Ramayana, dikenal nama Subali, seorang Raja Wanara. Ia merupakan kakak dari Sugriwa. Dalam dunia pewayangan Jawa, Raja Subali dikenal sebagai seorang pendeta Wanara berdarah putih yang tinggal di puncak Gunung Sunyapringga.
Subali dan Sugriwa adalah sepasang Wanara kembar yang dilahirkan oleh seorang ibu, tetapi berbeda ayah. Keduanya sama-sama putra dewa. Subali adalah putra Indra, sedangkan Sugriwa merupakan putra Surya. Sejak awal Subali sudah menjadi raja di Kerajaan Kiskenda. Sedangkan Sugriwa, adiknya sendiri, bertindak sebagai Senopati.
Subali sangat kuat dan sakti. Ia memiliki Aji Pancasunya, atau dalam kebudayaan Sunda kita kenal dengan sebutan Aji Pancasona. Kesaktian Aji Pancasona membuat Raja Subali tidak bisa mati. Sampai-sampai, ilmu kesaktiannya diwariskan kepada Rahwana.
Rahwana merupakan Raja Dasamuka dari Kerajaan Alengkadiraja yang juga musuh besar Rama. Singkatnya, perseteruan Rama dengan Rahwana bukan tanpa alasan. Kalau bukan istri tercinta Rama, Dewi Shinta yang diculik Rahwana saat di Hutan Dandaka, tak mungkin membuat hati Ksatria Pemanah ini membendu Raja Alengka.
Sri Rama dalam menjalani kehidupan, telah meninggalkan tahta kerajaan. Kemudian dalam perjalanannya juga kehilangan istrinya. Kehadiran Hanuman keponakan Sugriwa dan Subali menyampaikan peristiwa konflik antara Sugriwa dan Subali yang disebabkan perebutan tahta dan juga istri.

Saturday, 25 July 2015

Aquaponic Mengapa Tidak ?


Aquaponic adalah suatu perpaduan sistem budidaya antara sub sistem hidroponic dengan sub sistem aquakultur, sehingga menjadi suatu sistem produksi pangan terpadu, yaitu tanaman dan ikan. Dewasa ini, aquaponic menjadi sebuah model produksi pangan berkelanjutan yang menekankan pada konsep aliran nutrien, memadukan prinsip-prinsip ekologis sehingga teknologi ini lebih alami dan sangat ramahlingkungan.

Teknologi ini juga mampu menghasilkan produk organik, karena bebas dari kontaminasi bahan kimia, misalnya, desinfektan, pestisida, antibiotik. Selain itu, aquaponic merupakan sistem aquakultur yang dikembangkan untuk lahan terbatas sehingga sangat penting untuk pengembangan auakultur di daerah perkotaan atau urban aquaculture.

Aquaponic memiliki mekanisme kerja khusus.Teknologi ini mampu mengubah produk limbah dari satu sistem biologis berfungsi sebagai nutrient untuk sistem biologis berikutnya,
Perpaduan ikan dan tanaman merupakan usaha polikultur yang menghasilkan produk ganda, yaitu ikan dan tanaman. Selain itu, air dapat digunakan kembali karena telah melalui resirkulasi dan filtrasi secara biologis,

Aquaponic merupakan salah satu cara mengurangi pencemaran air yang dihasilkan oleh budidaya ikan dan juga menjadi salah satu alternatif mengurangi jumlah pemakaian air yang dipakai oleh sistem budidaya. Teknologi aquaponic merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam rangka pemecahan keterbatasan air.Disamping itu, teknologi aquaponic juga mempunyai keuntungan lainnya berupa pemasukan tambahan dari hasil tanaman yang akan memperbesar keuntungan para peternak ikan.


Aquaponic yaitu memanfaatkan secara terus menerus air dari pemeliharaan ikan ke tanaman dan sebaliknya, dari tanaman ke kolam ikan. Inti dasar dari sistem teknologi ini adalah penyediaan air yang optimum untuk masing-masing komoditas dengan memanfaatkan sistem re-sirkulasi.
Sistem teknologi aquaponic ini muncul sebagai jawaban atas adanya permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang sesuai untuk budidaya ikan, khususnya di lahan yang sempit. Aquaponic yang merupakan salah satu teknologi hemat lahan dan air yang dapat dikombinasikan dengan berbagai tanaman sayuran.


Sumber:http://growinggardeners.ca

Thursday, 16 July 2015

Selamat Hari Raya Idul Fitri 2015


Dalam kesempatan ini,

Pengelola PLIK Nanggulan 2, Sutrisno Hadi dan Keluarga serta seluruh relawan PLIK Nanggulan 2 mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 2015

Mohon Maaf Lahir Dan Batin 


Semoga Pemerintah Berlaku Lurus
Semoga Iklim Kondusif
Semoga Hasil Alam Berlimpah
Semoga Kita Semua Sejahtera dan Bahagia


Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Makna lafadz Idul Fithri memang bukan hanya kembali menjadi suci. Meskipun memang ada sedikit kemiripan dari dua kata itu, namun sebenarnya keduanya punya makna yang lain.

Justru karena kemiripan inilah makanya banyak orang silap dan keliru memaknainya. Bahkan para reposter televisi nasional kita pun latah ikut-ikutan keliru juga. Malah tidak sedikit para ustadz dan penceramah yang ikut-ikutan menyebarkan kekeliruan massal ini ini tanpa tahu ilmu dan sumbernya.

Wednesday, 15 July 2015

Hikmah Puasa



نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Artinya: Kami panjatkan segala puji padaNya dan kami meminta pertolonganNya. Seraya memohon ampun dan meminta perlindunganNya dari segala keburukan jiwaku dan dari kejelekan amaliahku. Barangsiapa yang telah Allah tunjukkan jalan baginya, maka tiada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Allah limpahkanlah salawat dan salam bagi Muhammad saw berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.

Rasulullah SAW bersabda: "Sendi-sendi Islam dan dasar agama ada tiga bagian. Siapa yang meninggalkan salah satu di antaranya, berarti dia telah ingkar akan dasar-dasar agama. Pertama, mengucap kalimat syahadat. Kedua, mengerjakan salat. Dan ketiga, menjalankan puasa wajib."

Puasa adalah mengekang keinginan diri, yang tidak terdapat dalam ibadah lain. Selama berpakaian ihram ketika berhaji, misalnya, memang ada beberapa larangan, namun makan minum tetap dibolehkan. Ketika salat, semua keinginan dikekang tapi hanya dalam waktu yang relatif singkat. Sementara puasa tak hanya mengosongkan perut, namun juga menahan nafsu. Pengekangan inilah di antaranya yang mengandung hikmah serta rahasia yang tersembunyi. Karena kedudukan puasa yang seperti itu, Allah lalu menempatkannya sebagai ibadah yang istimewa. "Puasa itu untuk-Ku," firman Allah SWT, "maka Aku sendiri yang akan membalas-Nya'

Jadi dengan puasa, ada rahasia yang terjalin antara hamba dan Sang Khalik. Hanya Dia yang mengetahui rahasia itu. Semua amal ibadah untuk anak Adam. Sedang puasa, hanya ditujukan untuk Allah.

Tujuan puasa, antara lain, mendidik akal dan jiwa setiap muslim secara total. Dalam berpuasa diharapkan setiap muslim dapat menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa ini mempertegas tuntutan Islam bahwa Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk tak terjerumus ke api neraka. Jadi kalau mampu menahan diri hingga selesai puasa, maka seharusnya selamat pula dunia akhirat setiap muslim. Rasulullah SAW bersabda: "Sendi-sendi Islam dan dasar agama ada tiga bagian. Siapa yang meninggalkan salah satu di antaranya, berarti dia telah ingkar akan dasar-dasar agama. Pertama, mengucap kalimat syahadat. Kedua, mengerjakan salat. Dan ketiga, menjalankan puasa wajib." Dari hadis tadi, jelaslah bahwa siapa yang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa alasan yang dibenarkan, maka rusaklah agamanya. Rusak agama berarti rusaklah imannya.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Puasa dan Alquran akan memberi syafaat kepada para hamba di hari kiamat. Puasa berkata, 'Wahai Tuhanku, aku telah menghalangi makan dan menghalangi syahwat-syahwatnya di siang hari, maka perkenankan aku memberi syafaat kepadanya.' Alquran berkata, 'Aku telah menghalangi tidurnya di malam hari, maka perkenankan aku memberi syafaat.' Kedua syafaat ini akan diterima oleh Allah SWT."

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda: "Segala amal anak Adam dilipatkan menjadi 10 hingga 700 kali." Allah berfirman, "Kecuali puasa untuk-Ku. Aku yang memberikan pembalasan, karena ia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya lantaran Aku." Nabi Muhammad SAW seperti diriwayatkan oleh Abu Hurairah menjelaskan: Dalam surga itu ada sebuah pintu bernama Rayyan. Pada hari kiamat pintu itu berseru, "Di mana orang-orang yang berpuasa?" Apabila yang berpuasa telah masuk, pintu itu ditutup kembali. 

Thursday, 18 June 2015

Selamat Datang Bulan Ramadhan 1436


Alhamdulillah akhirnya kita dipertemukan kembali dibulan suci penuh rahmat ini. Karena sesungguhnya tidak ada bulan yang lebih mulia selain bulan Ramadhan. Dan barang siapa yang bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan niscaya Allah mengharamkan jasadnya dari neraka.
Karena sudah memasuki bulan suci Ramadhan, kami juga minta maaf ke saudaraku semua sekalian kalau ada salah kata baik sengaja ataupun tidak sengaja dalam blog ini.

Sutrisno Hadi dan segenap keluarga besar PLIK Nanggulan 2 
Kulon Progo Yogyakarta mengucapkan selamat menunaikan 
ibadah puasa 1436 H

Monday, 15 June 2015

Permaculture Solusi Petani Kita


Saya masih ingat untuk melihat kelemahan mendasar para petani kita yang memiliki rata-rata lahan sangat sempit yaitu kurang dari 0.25 ha. Karena proses bertambahnya jumlah penduduk, pewarisan dan alih fungsi lahan, kepemilikan lahan pertanian pada dekade ini diperkirakan tinggal 0.1 ha per keluarga. Tetapi apakah ini berarti produksi pertanian kita akan semakin turun, dan kita semakin tergantung pada impor bahan pangan kedepan ?. Saya melihat peluang lain yang sebaliknya.
Bukan masalah luas kepemilikan lahan ini yang menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan kita, tetapi pola pikir kita-lah yang bisa jadi membatasinya.
Pekan lalu saya diundang untuk datang dan memberi masukan ke salah satu sentra produksi pangan nasional kita oleh beberapa kelompok tani. Kami rapat di bangunan yang disiapkan untuk acara semacam ini di pinggiran sawah yang masih sangat luas. Tidak sulit untuk mengumpulkan 100 hektare sawah dari para kelompok tani ini, sejauh mata memandang yang kita lihat adalah padi.
Jadi kendala kepemilikan lahan yang sempit seperti tersebut diatas tidak terjadi disini. Tetapi mereka ternyata juga memiliki masalah yang sama dengan rata-rata petani Indonesia pada umumnya, tingkat penghasilannya rendah dan otomatis daya belinya juga rendah.
Bahkan jago-jago pertanian pada jamannya – yang di era tahun 80-an para petani yang saya temui tersebut sempat diundang Pak Harto (Presiden RI Waktu itu) ke Istana karena prestasinya, kini kondisinya sami mawon. Setiap hektar lahan mereka menghasilkan padi yang hanya separuh dari waktu mereka (atau bapak mereka) mendapatkan penghargaan. Padahal biaya untuk memproduksi padi per tonnya jelas terus melonjak karena faktor inflasi yang luar biasa selama 30 tahun terakhir.
Apa gerangan yang terjadi ?, hanya sehari saya keliling sawah disana – tetapi masalah itu mulai terbayang dengan jelas. Rumah-rumah mereka, pagar-pagar pinggir jalan dan bahkan di pohon-pohon pinggir sawah – di penuhi oleh iklan, mirip Jakarta menjelang Pilkada. Bedanya kalau di Jakarta yang membanjiri adalah foto para Cagub dan Wagub-nya, di sana yang membanjiri adalah iklan pupuk, pestisida, insektisida dan sejenisnya. Mereka dijadikan target pasar yang polos dan empuk oleh para konglomerasi industry penunjang pertanian dunia.
Pola pikir yang sengaja ditanamkan ke otak mereka bahwa bertani adalah dengan pupuk, pestisida dan insektisida kimia, yang semuanya dibeli dari pabrik-pabrik raksasa inilah dugaan saya yang melonjakkan biaya produksi mereka dan pada saat yang bersamaan menurunkan fertilitas lahan mereka secara terus menerus dalam jangka panjang.
Maka perubahan pola pikir inilah yang saya tawarkan ke mereka, bahwa bertani dan meningkatkan hasil pertanian tidak harus menggunakan pupuk kimia produksi pabrik. Mengusir hama-pun tidak harus dengan insektisida dan pestisida yang mahal dan merusak. Lantas apa solusinya ?, masih perlu terus dicari dan dicoba bersama – tetapi kalau mereka mau merubah pola pikirnya – saya bilang ke mereka bahwa saya akan dampingi mereka dalam proses pencariannya. Bahkan saya sampaikan juga bahwa saya mau ikut mencobanya di daerah mereka dan menanggung risiko bersama mereka.
Inti dari percobaan ini adalah apa yang disebut permaculture yang berasal dari istilah permanent agricultural atau bahkan bisa juga berasal dari permanent culture ; yaitu merancang bangun ulang agar lahan-lahan pertanian dapat ‘menyuburkan kembali dirinya sendiri’ seperti ecosystem aslinya dahulu – sebelum produk-produk industry mencemarinya. Untuk mengawali teknis detailnya saya ajak para pentolan petani mereka untuk belajar di laboratorium pengembangan kita di Boyolali, dimana pupuk-pupuk organic, insektisida dan pestisida organic sudah mulai kita coba.
Bagi Anda yang bukan petani, garis besar dari konsep rancang bangun permaculture ini terdiri dari 12 pendekatan berikut – yang juga akan berguna untuk solusi masalah-masalah lainnya;
1.     Amati dan Kerjakan : memperhatikan dan memberi solusi yang sesuai untuk daerah/kasus yang terkait.
2.     Tangkap dan Simpan : Sumber daya yang selama ini terbuang dikumpulkan, diolah untuk kebutuhan lain dan disimpan untuk bisa digunakan pada waktunya.
3.     Ukur dan Tingkatkan : Segala upaya yang dilakukan diukur dan ditingkatkan hasilnya.
4.     Atur dan Perbaiki :  disiplin dalam menerapkan aturan sendiri dan mengkoreksinya bila perlu.
5.     Hargai dan Gunakan yang Terbarukan : memanfaatkan yang ada di alam sekitar, bukan mendatangkan dari luar yang harus dibeli mahal.
6.     Olah dan Tidak Nyampah : semua ada manfaatnya, temukan !.
7.     Pelajari Pola Alam dan Ikuti : alam ciptaanNya memiliki pola-pola yang indah untuk menjaga kestabilan dan kelangsungannya, kita tinggal mempelajari dan mengikutinya.
8.     Integrasikan dan jangan Segregasikan : beri peran yang tepat untuk masing-masing komponen, jangan memisah-misahkannya.
9.     Mulai dari yang Kecil dan Jangan memaksakan Untuk Segera Besar: mulai beri perubahan kecil dari solusi sederhana yang benar-benar bekerja. Project kecil yang jalan jauh lebih baik dari project besar yang tidak jalan.
10.  Keanekaragaman Bukan Keseragaman : sebar resiko untuk hasil optimal, jangan tergantung pada satu atau sedikit hal.
11.  Lihat Kelebihan dan Tutup Kekurangan : ambil yang terbaik dan gabungkan masing-masing peran, tutup kekurangan yang satu dengan kelebihan yang lain.
12.  Respon Perubahan dan Tidak Menolaknya : mengamati perubahan dan merespon-nya dengan tepat dan pada waktu yang tepat akan lebih baik ketimbang bersikukuh menolak perubahan jaman.
Ketika saya menguraikan detilnya dan mulai merancang aplikasinya, timbul pertanyaan – apakah solusi ini hanya akan efektif untuk lahan pertanian yang luas seperti milik kelompok tani tersebut  di atas?.
Jawaban saya, oh tidak. Solusi ini insyaallah juga cocok untuk para petani yang berlahan sempit ataupun bahkan penduduk perkotaan yang tidak memiliki lahan.
Ada konsep yang disebut microponics untuk menggambarkan peluang halaman rumah kita menjadi sentra produksi pangan kita sendiri. Tekniknya bisa melalui hydroponics , aeroponics , vertical farming dlsb. Teknis-teknisnya insyaallah akan saya jelaskan pada waktunya, saat percobaan-percobaan kita mulai membawa hasil.
Njilmet dan perlu teknologi tinggi ?, tidak harus. Di jaman ketika teknologi sudah bisa mengantar manusia untuk jalan-jalan di ruang angkasa yang tanpa batas, ketika microprocessor sudah bisa dibuat dalam kapasitas terabytes, masa kita tidak bisa memproduksi pangan untuk kita sendiri dari sumber alam yang melimpah ciptaanNya ?.
Bila luas lahan memang bukan milik kita, luasnya pikiran harus bisa menjadi budaya. Meskipun hidup terhimpit di lahan sempit, tidak berarti pikiran kita harus ikut menyempit karenanya. Kita mulai saja dari yang kita bisa, dan biarlah Allah yang mengajari kita apa yang kita belum bisa…InsyaAllah.