PLIK NANGGULAN 2 - SHOWROOM PETANI & UMKM KULON PROGO

PLIK NANGGULAN 2 MELAYANI:INTERNET-SALES-SERVICE-TRAINING-CONTENT DEVELOPMENT-SHOWROOM PETANI DAN UMKM UNTUK JASA PELAYANAN HUBUNGI PLIK NANGGULAN 2 DESA BANYUROTO KECAMATAN NANGGULAN KABUPATEN KULON PROGO DIY 55671-BERSAMA KITA MEMBANGUN EKONOMI RAKYAT

Thursday, 16 July 2015

Selamat Hari Raya Idul Fitri 2015


Dalam kesempatan ini,

Pengelola PLIK Nanggulan 2, Sutrisno Hadi dan Keluarga serta seluruh relawan PLIK Nanggulan 2 mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 2015

Mohon Maaf Lahir Dan Batin 


Semoga Pemerintah Berlaku Lurus
Semoga Iklim Kondusif
Semoga Hasil Alam Berlimpah
Semoga Kita Semua Sejahtera dan Bahagia


Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Makna lafadz Idul Fithri memang bukan hanya kembali menjadi suci. Meskipun memang ada sedikit kemiripan dari dua kata itu, namun sebenarnya keduanya punya makna yang lain.

Justru karena kemiripan inilah makanya banyak orang silap dan keliru memaknainya. Bahkan para reposter televisi nasional kita pun latah ikut-ikutan keliru juga. Malah tidak sedikit para ustadz dan penceramah yang ikut-ikutan menyebarkan kekeliruan massal ini ini tanpa tahu ilmu dan sumbernya.

Wednesday, 15 July 2015

Hikmah Puasa



نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Artinya: Kami panjatkan segala puji padaNya dan kami meminta pertolonganNya. Seraya memohon ampun dan meminta perlindunganNya dari segala keburukan jiwaku dan dari kejelekan amaliahku. Barangsiapa yang telah Allah tunjukkan jalan baginya, maka tiada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Allah limpahkanlah salawat dan salam bagi Muhammad saw berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.

Rasulullah SAW bersabda: "Sendi-sendi Islam dan dasar agama ada tiga bagian. Siapa yang meninggalkan salah satu di antaranya, berarti dia telah ingkar akan dasar-dasar agama. Pertama, mengucap kalimat syahadat. Kedua, mengerjakan salat. Dan ketiga, menjalankan puasa wajib."

Puasa adalah mengekang keinginan diri, yang tidak terdapat dalam ibadah lain. Selama berpakaian ihram ketika berhaji, misalnya, memang ada beberapa larangan, namun makan minum tetap dibolehkan. Ketika salat, semua keinginan dikekang tapi hanya dalam waktu yang relatif singkat. Sementara puasa tak hanya mengosongkan perut, namun juga menahan nafsu. Pengekangan inilah di antaranya yang mengandung hikmah serta rahasia yang tersembunyi. Karena kedudukan puasa yang seperti itu, Allah lalu menempatkannya sebagai ibadah yang istimewa. "Puasa itu untuk-Ku," firman Allah SWT, "maka Aku sendiri yang akan membalas-Nya'

Jadi dengan puasa, ada rahasia yang terjalin antara hamba dan Sang Khalik. Hanya Dia yang mengetahui rahasia itu. Semua amal ibadah untuk anak Adam. Sedang puasa, hanya ditujukan untuk Allah.

Tujuan puasa, antara lain, mendidik akal dan jiwa setiap muslim secara total. Dalam berpuasa diharapkan setiap muslim dapat menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa ini mempertegas tuntutan Islam bahwa Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk tak terjerumus ke api neraka. Jadi kalau mampu menahan diri hingga selesai puasa, maka seharusnya selamat pula dunia akhirat setiap muslim. Rasulullah SAW bersabda: "Sendi-sendi Islam dan dasar agama ada tiga bagian. Siapa yang meninggalkan salah satu di antaranya, berarti dia telah ingkar akan dasar-dasar agama. Pertama, mengucap kalimat syahadat. Kedua, mengerjakan salat. Dan ketiga, menjalankan puasa wajib." Dari hadis tadi, jelaslah bahwa siapa yang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa alasan yang dibenarkan, maka rusaklah agamanya. Rusak agama berarti rusaklah imannya.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Puasa dan Alquran akan memberi syafaat kepada para hamba di hari kiamat. Puasa berkata, 'Wahai Tuhanku, aku telah menghalangi makan dan menghalangi syahwat-syahwatnya di siang hari, maka perkenankan aku memberi syafaat kepadanya.' Alquran berkata, 'Aku telah menghalangi tidurnya di malam hari, maka perkenankan aku memberi syafaat.' Kedua syafaat ini akan diterima oleh Allah SWT."

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda: "Segala amal anak Adam dilipatkan menjadi 10 hingga 700 kali." Allah berfirman, "Kecuali puasa untuk-Ku. Aku yang memberikan pembalasan, karena ia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya lantaran Aku." Nabi Muhammad SAW seperti diriwayatkan oleh Abu Hurairah menjelaskan: Dalam surga itu ada sebuah pintu bernama Rayyan. Pada hari kiamat pintu itu berseru, "Di mana orang-orang yang berpuasa?" Apabila yang berpuasa telah masuk, pintu itu ditutup kembali. 

Thursday, 18 June 2015

Selamat Datang Bulan Ramadhan 1436


Alhamdulillah akhirnya kita dipertemukan kembali dibulan suci penuh rahmat ini. Karena sesungguhnya tidak ada bulan yang lebih mulia selain bulan Ramadhan. Dan barang siapa yang bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan niscaya Allah mengharamkan jasadnya dari neraka.
Karena sudah memasuki bulan suci Ramadhan, kami juga minta maaf ke saudaraku semua sekalian kalau ada salah kata baik sengaja ataupun tidak sengaja dalam blog ini.

Sutrisno Hadi dan segenap keluarga besar PLIK Nanggulan 2 
Kulon Progo Yogyakarta mengucapkan selamat menunaikan 
ibadah puasa 1436 H

Monday, 15 June 2015

Permaculture Solusi Petani Kita


Saya masih ingat untuk melihat kelemahan mendasar para petani kita yang memiliki rata-rata lahan sangat sempit yaitu kurang dari 0.25 ha. Karena proses bertambahnya jumlah penduduk, pewarisan dan alih fungsi lahan, kepemilikan lahan pertanian pada dekade ini diperkirakan tinggal 0.1 ha per keluarga. Tetapi apakah ini berarti produksi pertanian kita akan semakin turun, dan kita semakin tergantung pada impor bahan pangan kedepan ?. Saya melihat peluang lain yang sebaliknya.
Bukan masalah luas kepemilikan lahan ini yang menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan kita, tetapi pola pikir kita-lah yang bisa jadi membatasinya.
Pekan lalu saya diundang untuk datang dan memberi masukan ke salah satu sentra produksi pangan nasional kita oleh beberapa kelompok tani. Kami rapat di bangunan yang disiapkan untuk acara semacam ini di pinggiran sawah yang masih sangat luas. Tidak sulit untuk mengumpulkan 100 hektare sawah dari para kelompok tani ini, sejauh mata memandang yang kita lihat adalah padi.
Jadi kendala kepemilikan lahan yang sempit seperti tersebut diatas tidak terjadi disini. Tetapi mereka ternyata juga memiliki masalah yang sama dengan rata-rata petani Indonesia pada umumnya, tingkat penghasilannya rendah dan otomatis daya belinya juga rendah.
Bahkan jago-jago pertanian pada jamannya – yang di era tahun 80-an para petani yang saya temui tersebut sempat diundang Pak Harto (Presiden RI Waktu itu) ke Istana karena prestasinya, kini kondisinya sami mawon. Setiap hektar lahan mereka menghasilkan padi yang hanya separuh dari waktu mereka (atau bapak mereka) mendapatkan penghargaan. Padahal biaya untuk memproduksi padi per tonnya jelas terus melonjak karena faktor inflasi yang luar biasa selama 30 tahun terakhir.
Apa gerangan yang terjadi ?, hanya sehari saya keliling sawah disana – tetapi masalah itu mulai terbayang dengan jelas. Rumah-rumah mereka, pagar-pagar pinggir jalan dan bahkan di pohon-pohon pinggir sawah – di penuhi oleh iklan, mirip Jakarta menjelang Pilkada. Bedanya kalau di Jakarta yang membanjiri adalah foto para Cagub dan Wagub-nya, di sana yang membanjiri adalah iklan pupuk, pestisida, insektisida dan sejenisnya. Mereka dijadikan target pasar yang polos dan empuk oleh para konglomerasi industry penunjang pertanian dunia.
Pola pikir yang sengaja ditanamkan ke otak mereka bahwa bertani adalah dengan pupuk, pestisida dan insektisida kimia, yang semuanya dibeli dari pabrik-pabrik raksasa inilah dugaan saya yang melonjakkan biaya produksi mereka dan pada saat yang bersamaan menurunkan fertilitas lahan mereka secara terus menerus dalam jangka panjang.
Maka perubahan pola pikir inilah yang saya tawarkan ke mereka, bahwa bertani dan meningkatkan hasil pertanian tidak harus menggunakan pupuk kimia produksi pabrik. Mengusir hama-pun tidak harus dengan insektisida dan pestisida yang mahal dan merusak. Lantas apa solusinya ?, masih perlu terus dicari dan dicoba bersama – tetapi kalau mereka mau merubah pola pikirnya – saya bilang ke mereka bahwa saya akan dampingi mereka dalam proses pencariannya. Bahkan saya sampaikan juga bahwa saya mau ikut mencobanya di daerah mereka dan menanggung risiko bersama mereka.
Inti dari percobaan ini adalah apa yang disebut permaculture yang berasal dari istilah permanent agricultural atau bahkan bisa juga berasal dari permanent culture ; yaitu merancang bangun ulang agar lahan-lahan pertanian dapat ‘menyuburkan kembali dirinya sendiri’ seperti ecosystem aslinya dahulu – sebelum produk-produk industry mencemarinya. Untuk mengawali teknis detailnya saya ajak para pentolan petani mereka untuk belajar di laboratorium pengembangan kita di Boyolali, dimana pupuk-pupuk organic, insektisida dan pestisida organic sudah mulai kita coba.
Bagi Anda yang bukan petani, garis besar dari konsep rancang bangun permaculture ini terdiri dari 12 pendekatan berikut – yang juga akan berguna untuk solusi masalah-masalah lainnya;
1.     Amati dan Kerjakan : memperhatikan dan memberi solusi yang sesuai untuk daerah/kasus yang terkait.
2.     Tangkap dan Simpan : Sumber daya yang selama ini terbuang dikumpulkan, diolah untuk kebutuhan lain dan disimpan untuk bisa digunakan pada waktunya.
3.     Ukur dan Tingkatkan : Segala upaya yang dilakukan diukur dan ditingkatkan hasilnya.
4.     Atur dan Perbaiki :  disiplin dalam menerapkan aturan sendiri dan mengkoreksinya bila perlu.
5.     Hargai dan Gunakan yang Terbarukan : memanfaatkan yang ada di alam sekitar, bukan mendatangkan dari luar yang harus dibeli mahal.
6.     Olah dan Tidak Nyampah : semua ada manfaatnya, temukan !.
7.     Pelajari Pola Alam dan Ikuti : alam ciptaanNya memiliki pola-pola yang indah untuk menjaga kestabilan dan kelangsungannya, kita tinggal mempelajari dan mengikutinya.
8.     Integrasikan dan jangan Segregasikan : beri peran yang tepat untuk masing-masing komponen, jangan memisah-misahkannya.
9.     Mulai dari yang Kecil dan Jangan memaksakan Untuk Segera Besar: mulai beri perubahan kecil dari solusi sederhana yang benar-benar bekerja. Project kecil yang jalan jauh lebih baik dari project besar yang tidak jalan.
10.  Keanekaragaman Bukan Keseragaman : sebar resiko untuk hasil optimal, jangan tergantung pada satu atau sedikit hal.
11.  Lihat Kelebihan dan Tutup Kekurangan : ambil yang terbaik dan gabungkan masing-masing peran, tutup kekurangan yang satu dengan kelebihan yang lain.
12.  Respon Perubahan dan Tidak Menolaknya : mengamati perubahan dan merespon-nya dengan tepat dan pada waktu yang tepat akan lebih baik ketimbang bersikukuh menolak perubahan jaman.
Ketika saya menguraikan detilnya dan mulai merancang aplikasinya, timbul pertanyaan – apakah solusi ini hanya akan efektif untuk lahan pertanian yang luas seperti milik kelompok tani tersebut  di atas?.
Jawaban saya, oh tidak. Solusi ini insyaallah juga cocok untuk para petani yang berlahan sempit ataupun bahkan penduduk perkotaan yang tidak memiliki lahan.
Ada konsep yang disebut microponics untuk menggambarkan peluang halaman rumah kita menjadi sentra produksi pangan kita sendiri. Tekniknya bisa melalui hydroponics , aeroponics , vertical farming dlsb. Teknis-teknisnya insyaallah akan saya jelaskan pada waktunya, saat percobaan-percobaan kita mulai membawa hasil.
Njilmet dan perlu teknologi tinggi ?, tidak harus. Di jaman ketika teknologi sudah bisa mengantar manusia untuk jalan-jalan di ruang angkasa yang tanpa batas, ketika microprocessor sudah bisa dibuat dalam kapasitas terabytes, masa kita tidak bisa memproduksi pangan untuk kita sendiri dari sumber alam yang melimpah ciptaanNya ?.
Bila luas lahan memang bukan milik kita, luasnya pikiran harus bisa menjadi budaya. Meskipun hidup terhimpit di lahan sempit, tidak berarti pikiran kita harus ikut menyempit karenanya. Kita mulai saja dari yang kita bisa, dan biarlah Allah yang mengajari kita apa yang kita belum bisa…InsyaAllah.

Tuesday, 12 May 2015

Berkebun dan Bercocok Tanam Adalah Sebuah Kenikmatan

Hal-hal yang Perlu diperhatikan Ketika Berkebun/bercocok tanam

Aktivitas berkebun (gardening) adalah hobby yang terus berkembang terutama di kota. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam berkebun, namun pada kesempatan ini saya menyebutkan 10 saja dan tentunya masih banyak yang lainya. Penyebutan hal-hal tersebut bukan menunjukkan bahwa aktivitas berkebun itu susah dan ribet namun dalam rangka berbagi dan memotivasi saja.

1. Jangan Tergesa-gesa mengharapkan hasil yang maksimal.
Ketika kita hendak berkebun jangan lah membayangkan hasil panennya seperti yang ada di gambar kemasan benih, atau seperti yang ada di supermarket. Produk yang ada di gambar, kemasan benih maupun supermarket adalah hasil sortiran dan diambil yang bagus-bagus saja. Sebagian kita adalah pemula dan amatir dalam berkebun, dengan keterbatasan sumberdaya dan perawatan tentunya kita hanya bisa berusaha,. Ketika bisa dipanen saja hendaknya kita bergembira dan jangan terlalu kecewa meski hasilnya minimal.
2. Tanamlah tanaman yang mudah ditanam.
Sebagai sebuah hobby tidak ada salahnya kita menanam tanaman yang susah penanganannya dan itu merupakan sebuah tantangan yang mengasikkan meskipun gagal. Namun bagi pemula tentunya ini bisa menimbulkan frustasi , putus asa dan patah arang. Keberhasilan menanam akan menimbulkan motivasi untuk mencoba berkebun tanaman lainnya. Diantara tanaman yang mudah ditanaman adalah kangkung, bayam dan caisim.
3. Tanamlah tanaman yang sesuai dengan tempat kita.
Tidak ada salahnya juga menanam apa saja toh ini sebuah hobby, namun jangan sampai kita kecewa kalau tanaman kitahasilnya minimal tidak sebesar yang ada dipasaran atau bahkan  tidak bisa dipanen. Karena tanaman itu ada yang  hanya cocok didataran rendah atau menengah dan dataran tinggi. Ada juga tanaman yang cocok untuk daerah subtropis tapi tidak cocok untuk daerah tropis. Begitu pun sebaliknya.
4. Tanamlah tanaman yang kita banyak konsumsi
Misalkan kita suka dan sering mengkonsumsi tomat, maka cobalah menanam tomat sehingga tomat yang kita konsumsi adalah hasil panen dari kebun kita. Selain bisa menghemat uang belanja juga kita mendapatkan tomat yang lebih organik dan alami. Karena penggunaan pestisida oleh para petani seringnya tidak menggunakan dosis yang dianjurkan, yang penting hama musnah dan hasil tanaman mulus sehingga hasil panen melimpah.
5. Tanamlah tanaman yang susah kita dapatkan
Sebagian jenis tanaman susah kita dapatkan misalkan hanya ada di pasar modern saja, padahal kita suka dan memerlukan tanaman tersebut. Tidak ada salahnya tanaman tersebut kita tanam sendiri di kebun kita seperti contohnya tanaman asal luar negrri seperti mint, oregano, basil, lobak bit merah ataupun tanaman local seperti kecipir, leunca, kemangi  dan kenikir. Tetapi itupun masih relatif, mungkin di satu tempat tertentu susah mendapatkannya namun ditempat lain malah mudah di dapat
6. Kegagalan kita bukan lah kesia-siaan.
Ketika kita mengalami gagal panen. Maka sesungguhnya usaha kita tidak lah sia-sia. Tanaman kita yang dimakan oleh hama, ulat, atau pun kambing tetangga atau pun di ambil anak-anak atau pencuri maka ikhlaskan saja, anggap sebagai sedekah kepada sesama mahluk Allah. Itu sikap kita terhadap hal yang telah berlalu. Namun tentunya kita untuk hal yang akan datang harus lebih preventif lagi dalam menjaga tanaman kita. Begitupun tanaman kita yang layu tentunya akan mati dan membusuk menjadi kompos dan bermanfaat buat tanaman berikutnya.
7. Berlajar Tawakkal.
Tawakkal sudah menjadi barang yang langka di zaman ini. Kebanyakan orang lebih menyandarkan urusannya kepada jabatan, pekerjaan, ijazah dan ilmu yang dimilikinya. Padahal penentu kesuksesan adalah Allah. Dengan berkebun anda bisa berlajar bertawakkal kepada Allah. Ketika kita sudah bersusah payah atau pun bersusah senang berkebun, dengan berbagai perawatan dan perlakuan yang istimewa terhadap tanaman kita, maka hasilnya kita serahkan kepada Allah. Boleh jadi tanaman yang siangnya subur, buah yang siangnya ranum dan matang atau pun bunga yang siangnya mulai merekah pada malah harinya Allah tidak menjaganya dan dibiarkan rusak sehingga pada pagi harinya kita tercengang, dan memukul kan telapak tangan ke jidat dan termasuk orang yang menyesal.  Bagi orang yang bertawakkal maka kejadian apa pun yang terjadi pada tanamannya sudah diserahkan kepada Allah. Sehingga dia bersyukur kalau bisa panen dan bersabar kalau gagal panen.
8. Panen adalah klimaks.
Setiap aktivitas ada puncaknya yang ditandai adanya efek kepuasan dan kebahagian bagi para pelakunya. Dan puncak dari berkebun adalah memanen hasil tanaman yang tersebut. Semakin bagus hasil tanaman yang dipanen maka semakin tinggi puncak kebahagian yang kita tapaki. Maka dakilah untuk mencapai puncak (klimaks) tertinggi dengan berbagai kreasi, inovasi dan variasi dalam berkebun.
9. Memakan hasil tangan sendiri lebih baik.
Sebaik-baik profesi adalah yang dilakukan dengan tangan sendiri. Diantara hikmahnya adalah karena sudah jelas prosesnya. Perhatikan tanaman yang kita tanam, prosesnya jelas dari mulai mengolah tanah, menabur benih, menanam, merawat sampai pemanenan. Sehingga kita ketika hendak memakannya tentu sudah tahu dengan jelas kualitas dan kehalalannya. Berbeda dengan dengan usaha lainnya prosesnya sebagian ada yang halal, ada yang syubhat dan ada yang haram karena adanya penipuan dan kezhaliman terhadap orang lain.
10. Aktivitas yang menyehatkan.
Aktivitas berkebun seperti mengolah tanah, mengangkat pot, mencabut rumput, mengangkat air ketika menyiram, sedikit berjemur diterik matahari, tentunya menyehatkan fisik kita. Bisa membakar lemak kita. Dan menggerakkan semua anggota badan kita.
Demikian Semoga Bermanfaat


Monday, 11 May 2015

Banyuroto Rintis Pertanian Organik

Melalui Kelompok Tani Mina Darussalam Dusun Tawang Desa Banyuroto mencoba merintis mengembangkan pertanian organik di semua sub sektor pertanian, baik tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan kehutanan serta perikanan secara organik guna menuju masyarakat yang sehat sejahtera, mulai dari tanaman cabai organik.


Pertanian Organik adalah sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Beberapa tanaman Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan dengan teknik tersebut adalah padi, hortikultura sayuran dan buah (contohnya: brokoli, kubis, cabai, jeruk, dll.), tanaman perkebunan ( kopi, the, kelapa, dll.), dan rempah rempah.Pengolahan pertanian organik didasarkan pada prinsip kesehatan, ekologi, keadilan, dan perlindungan. Yang dimaksud dengan prinsip kesehatan dalam pertanian organik adalah kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanah, tanaman, hewan, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan. Pertanian organik juga harus didasarkan pada siklus dan sistem ekologi kehidupan.Pertanian organik juga harus memperhatikan keadilan baik antarmanusia maupun dengan makhluk hidup lain di lingkungan. Untuk mencapai pertanian organik yang baik perlu dilakukan pengelolaan yang berhati-hati dan bertanggungjawab melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia baik pada masa kini maupun pada masa depan.



Tuesday, 5 May 2015

ADA APA DI BULAN MEI


1. Hari Pendidikan Nasional selalu jatuh setiap tanggal 2 Mei tiap tahunnya. Namun apakah Anda tahu sejarahnya mengapa tanggal ini dipilih ?
Tanggal 2 Mei sejatinya adalah hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara , beliaulah yang dianggap sebagai pahlawan yang memajukan pendidikan di Indonesia,berkat jasa beliau Perguruan Taman Siswa berdiri,suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Ki Hadjar Dewantara juga suka menulis , banyak tulisannya yang sangat tajam terutama menyindir Belanda , salah satunya adalah Als Ik Eens nederlander Was ( Seandainya Aku Seorang Belanda ) yang salah satu petikannya adalah sebagai
“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya.
Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! “Kalau aku seorang Belanda” Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun
“.
Karena tulisannya tersebut Ki Hajar Dewantara dibuang ke pulau Bangka namun dipindahkan ke Belanda karena pembelaan Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesumo , sepulangnya ke Indonesia Ki Hadjar Dewantara membangun Nation
aal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922 yang menjadi awal dari konsep pendidikan nasional.
Ki Hadjar Dewantoro akhirnya meninggal pada 28 April 1958 dan Pemerintah menetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional sejak tahun 1959 sebagai penghargaan atas jasa-jasanya di bidang pendidikan.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya , oleh karena itu mari kita menghayati Hari Pendidikan Nasional ini dengan sebaik-baiknya .